Tupolev Tu-144 Jadi Pesawat Supersonik Sipil Pertama, Kado Tahun Baru Uni Soviet di Tahun 1967
Pesawat supersonik untuk penerbangan sipil pertama dunia sebenarnya adalah Tupolev Tu-144 milik Uni Soviet (kini Rusia).
Awal mulanya, pesawat ini sangat menjanjikan. Namun, dalam perjalannya pesawat sering mengecewakan.
Pada pameran udara Paris Air Show, Tu-144, jatuh dan menewaskan 6 orang di pesawat dan 8 orang penonton. Peristiwa itu memberikan nilai minus akan teknologi pesawat ini.
Dalam perkembangannya, Tu-144 terkendala sejumlah masalah. Badan pesawat itu dibuat dari bahan yang besar dan berat, berbeda dengan iklan yang beredar.
Selain itu, muncul juga masalah mengenai badan Tu-144 yang sering menunjukan retakan setelah uji coba terbang.
Semakin lama retakan semakin melebar. Para insinyur tidak dapat memperbaiki masalah ini dengan cepat mereka harus mendesain ulang sepenuhnya.
Masalah lainnya adalah para penumpang mengaku kurang nyaman. Tingkat kebisingan di dalamnya sangat tinggi, sehingga para penumpang bahkan tidak dapat mengobrol di kabin pesawat.
5. Akhir kejayaan
Karena beberapa kali mengalami kecelakaan, Tu-144 mengakhiri karier mengangkut penumpang setelah hanya beberapa tahun mengudara.
Dari 102 penerbangan dan 181 jam di udara, Tupolev Tu-144 mengalami beberapa kecelakaan. Bahkan 80 dari 226 masalah terjadi saat berada di udara.
Uni Soviet membangun 16 Tupolev Tu-144. Empat belas di antaranya layak terbang, sementara dua lainnya dibangun sebagai prototipe.
Pesawat ini pensiun pada 1990 setelah membawa kargo. Kariernya lebih cepat empat tahun untuk pensiun ketimbang Concorde.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kado Tahun Baru Uni Soviet, Tu-144 Jadi Pesawat Supersonik Sipil Pertama"