Breaking News

Mengenal Lebih Dekat Sarah Pia Panjaitan Puteri Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2016

Usia muda tidak akan datang dua kali, karenanya usia muda adalah fase terpenting di hidup perempuan

Tayang:
TIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Puteri Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2016, Sarah Pia Desideria 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Usia muda tidak akan datang dua kali, karenanya usia muda adalah fase terpenting di hidup perempuan untuk meraih impiannya. Perempuan Indonesia percaya bahwa kesuksesan bisa diraih tidak hanya dengan berpenampilan menarik namun juga dengan berdedikasi tinggi untuk kesuksesannya.

Bicara soal sukses, di zaman modern ini kesuksesan tidaklah lagi eksklusif untuk kaum adam. Hal yang dimiliki semua perempuan sukses adalah penampilan menarik yang dibarengi dengan kecantikan alami luar dalam dan keinginan besar untuk mencapai mimpi.

Mengantongi gelar sebagai Puteri Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2016, Sarah Pia Desideria Panjaitan juga mempunyai segudang prestasi dan pekerjaan. Ia berperan sebagai Public Figure Millenial, Entrepreneur Muda, Motivator dan Model.

Sebelumnya, Sarah tinggal di Jakarta, namun karena tugas sang ibu yang bekerja di NGO (Non Government Organization) untuk membantu Banda Aceh yang saat itu baru saja terkena tsunami maka Sarah dan keluarganya pindah ke Kota Medan.

“Awalnya itu saya di Jakarta, Tahun 2004 kita pindah ke Medan karena waktu itu tsunami kebetulan dulu Ibu saya kerja di NGO. Ibu-Ibu saya punya private calling untuk bisa membantu negerinya untuk bisa berbakti bagi bangsanya jadi ibu, ibu pasti dimampukan Tuhan untuk bisa bantu Aceh. Jadi dari saat itu kita pindah ke Medan karena untuk mobilitas paling cepat antara Medan dan Aceh lebih dekat,” ujar Sarah.

Melanjutkan sekolahnya di Kota Medan, sempat membuat Sarah tidak merasa betah karena lingkungan dan cara bicara orang Medan yang lebih cerewet dan blak-blakan. Saat memasuki jenjang perkuliahan ia ingin kembali ke Jakarta, namun karena bujukan neneknya, Sarah pun memutuskan untuk tetap tinggal di Medan.

“Saya cucu terakhir dan anak tunggal, jadi nenek saya bilang agar saya tetap tinggal di Medan. Saat ujian tulis SNMPTN waktu itu saya menang di pilihan pertama Fakultas Hukum USU, padahal saya IPA dan posisi saya juga sama sekali minim persiapan. Saya percaya, setiap dari kita, sebelum dilahirkan juga sudah ada tujuannya. Secara manusiawi, kemampuan saya terbatas tapi dengan saya berdoa, saya mampu menjalaninya," ucap Sarah.

Sarah pun sama sekali tidak menyangka bisa meraih gelar Putri Indonesia Lingkungan Sumut 2016, karena ia memiliki sifat yang agak tomboy. 

"Waktu itu saya didaftarin sama teman, mulai dari formulir, foto, sampai perlengkapan sepatu, mereka (teman) juga yang persiapkan untuk saya karena saya enggak punya sepatu heels,"ungkapnya.

Sarah menceritakan saat kontes kecantikan itu berlangsung, ia ditanya oleh juri, kalau seandainya ia menang, apakah mau untuk tinggal di Jakarta. "Saya jawab enggak, karena memang saya belum siap tapi beri saya waktu dua tahun untuk membangun daerah saya, untuk membangun lingkungan saya, kemudian saya akan coba bangun negeri saya," ucap Sarah.

Sejak menjadi Putri Indonesia Lingkungan Sumut 2016, pintu-pintu untuk membangun Sumut pun semakin terbuka bagi Sarah.

"Sejak saat itu, saya punya perasaan dan panggilan bahwa saya harus tetap disini untuk membantu negeri dan daerah ini," kata Sarah.

Menurutnya, tugas sebagai seorang Putri Indonesia itu memang bukan untuk membuat kebijakan atau untuk membuat peraturan tapi sebagai teladan agar orang-orang bisa mengikutinya.

"Saya buat LISA (Lihat Sampah Angkat) jadi itu semboyan saya. Saya enggak bisa buat peraturan, tapi saya bisa mengajak dan merangkul masyarakat agar jangan buang sampah sembarangan," ucap Sarah.

Ia pun bersama Kodim 0205/TK, Yayasan Gloria dan My Home Indonesia melakukan gerakan LISA (Liat Sampah Angkat) berupa kegiatan pembersihan di Desa Kuta Rakyat agar menjadi contoh bagi desa lain di Kab. Karo untuk terus melakukan kegiatan pembersihan bersama secara berkala.

Bersama Dandim, Sarah pun melakukan penghijauan di Tanah Lindung Desa Kuta Rakyat Kab. Karo.

Sarah juga turut berpartisipasi di GFNY (Grand Fondo New York Indonesia), World Championship, dalam acara sepeda tingkat dunia yang diadakan di Pulau Samosir. Ia mengajak para masyarakat Milenial untuk ikut serta dalam hidup sehat bersepeda dan ikut mempromosikan Danau Toba dan Pulau Samosir.

Selain itu ia berpartisipasi dalam kegiatan CSR bersama Harley Davidson Club Indonesia dalam pemberian bantuan wadah sampah, pembibitan ikan dan pemberian dana pada anak yatim piatu di Daerah Danau Toba.

Sarah juga mengajak masyarakat untuk Back To Bike agar dapat mengurangi polusi pada kegiatan sehari-hari masyarakat Sumut. Melalui kegiatan tour bike bersama Kapolda Sumut yang juga dihadiri lebih dari 3 ribu bikers.

Ia bersama tim Junior Chamber International (JCI) juga turut dalam kegiatan Charity Work dalam campagin Peace is Possible terhadap para korban evakuasi Gunung Sinabung.

Sarah juga bersama tim BKPBI mengunjungi Palu, Sigi, Donggalla pada saat tragedi Gempa dan Tsunami. "Kita memberikan bantuan berupa sandang dan pangan serta melakukan kegiatan trauma healing bagi para anak-anak Setempat," ujar Sarah.

Ia bersama dengan Team NGO juga melakukan kegiatan pengiriman bantuan melalui jalur udara dengan beberapa maskapai karena jalan yang masih terputus sebab gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala.

"Pengiriman ini juga selain mengejar keefektifan dan mengejar agar bantuan ini dapat dinikmati sebelum jam 12 makan siang, jadi bantuan dapat dijalankan secara merata dan cepat ke beberapa daerah," jelasnya.

Ia menambahkan perempuan memang dilahirkan menjadi multitasker yang punya banyak peran. "Makanya ada istilah Tanah Ibu Pertiwi karena di Tanah ini akan banyak timbul berbagai jenis macam, suku, golongan, ras, bahasa.

Tetap berkarya selalu, kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi," ucap Sarah.

Lima Gerakan Transformasi

Pernah dengar istilah kalau kita punya uang, kita bisa beli obat tapi bukan kesehatan. Kita bisa beli rumah tapi bukan keluarga.

"Jadi kalau misalnya titik kesuksesan dari uang itu sangatlah bukan. Sukses bagi saya itu waktu saya memang bisa berguna bagi banyak orang" ujar
Puteri Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2016, Sarah Pia Desideria Panjaitan.

Menurutnya, kesuksesan itu bukan suatu hal yang memang benar-benar harus dicari sebab bila ia berguna bagi banyak orang maka dengan sendirinya kesuksesan itu akan mengikut. "Jadi jangan uang fokusnya, jangan karir fokusnya tapi kita fokusnya bisa berguna bagi banyak orang," ucap Sarah.

Bagunya, kunci sukses adalah dengan berdoa, konsisten dan fokus. "Keluarga saya bukan siapa-siapa, ibu saya juga bukan siapa-siapa, ayah saya juga bukan siapa-siapa tapi kalau mungkin kami disini bisa hidup juga bukan karena kemampuan kami semata-mata semuanya titipan dari Tuhan. Dengan berdoa, konsisten dan fokus, kita punya keyakinan yang kuat, saya percaya pasti akan membuahkan hasil," ujar Perempuan Kelahiran Kota Medan,19 Maret 1997 ini.

Sarah memiliki visi dalam hidup yaitu student today leader tomorrow. "Student today leader tomorrow, hari ini engkau sebagai pelajar dan besok engkau adalah pemimpin dan it's true karena kita adalah generasi muda," ungkapnya.

Ia menambahkan hal ini harus bisa digenapinya dengan lima gerakan transformasi yaitu transformasi pikiran, karakter, hubungan, pelayanan dan pengaruh.

"Transformasi pikiran, bagaimana cara kita menyaring apa yang kita baca, apa yang kita lihat apa yang kita tonton, kita dengar dan kita share. Yang kedua transformasi karakter, saat ini sering sekali anak-anak muda sekarang kehilangan karakter. Maka prinsip hidup itu penting bagi kita," ujar Sarah.

Ia mengatakan transformasi hubungan berkaitan dengan era digital dan sosial media yang seringkali mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Tansformasi hubungan ini sangat penting karena anak-anak muda masih lebih fokus sama teman-temannya yang jauh dibandingkan dengan orang tua di rumah.

"Saya pengen anak-anak muda dalam transformasi hubungan ini bisa lebih tahu prioritas hidup dan siapa orang-orang yang dekat dengan dia yang perlu dihormati baik itu kepada orangtua, teman-teman, sahabat ataupun orang-orang yang dia kenal, termasuk hubungan pada penciptanya," jelas Sarah.

Ia menambahkan transformasi pelayanan dijalankan dengan hati nurani, selain itu transformasi pengaruh dengan berbagi kebaikan bagi sesama.

Sarah mengatakan dalam waktu dekat, ia akan melestarikan kapur barus sehingga bisa kembali diproduksi secara nasional bahkan internasional.

Biofile
Nama: Sarah Pia Desideria Panjaitan
Tempat/Tanggal Lahir: Medan,19 Maret 1997
Pekerjaan:
Public Figure Milenial
Entrepreneur Muda
Pembicara Publik (Motivator)
Model

Mahasiswa: Fakultas Hukum, USU (Universitas Sumatera Utara)

Prestasi:
Puteri Indonesia Lingkungan Sumatera Utara 2016
1st Ru Puteri Indonesia Sumatera Utara 2016
Ceritificafe of excelence as the translator & Companion GWP School Missionaries Team,USA (United State of America)
Best Favorite Model Search Jakarta Fashion Week 2018 & Face of Indonesia 2017
Duta Ambassador campaign perdamaian dunia #PeaceIsPossible on behalf Junior Chamber International (JCI). Campaign dari salah 1 program kerja yang terdapat di SDGs ( Suistanable Development Goals) / Tujuan Pembangunan Berkelanjutan oleh UN(UnitedNations)/PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Duta Utama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cab. Sumatera Utara
Penghargaan Siswi berprestasi Bimbingan Belajar Medica Plus Indonesia
Finalis Olimpiade Nasional SMA jurusan ilmu pengetahuan Alam tahun 2015
Performer solo biola Konser Nasional 'Indonesia Young Musician Performance'
Best Favorite Pemilihan Model Citra Artist TV Tingkat Nasional,Jakarta penyelenggara : BLITZ Production & Kharisma Promovision
Juara Catwalk Pemilihan Model Citra Artist TV Tingkat Nasional, Jakarta penyelenggara : BLITZ Production & Kharisma Promovision

Hobi: Bermain instrumen musik Biola dan Piano, Berpartisipasi dalam charity work /Bakti Sosial, Bernyanyi, Membaca, Berdoa.

Nama Orangtua:
Ayah: F. Panjaitan
Ibu: J Sitepu

(Cr13/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved