Penderita Kusta Balik Mengemis, Dinas Sosial: Ada Semacam Mafianya, Ada Menyuruh Minta-minta

Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara hanyalah sebagai penampung atau penerima eks (setengah sembuh) penyandang kusta.

Penderita Kusta Balik Mengemis, Dinas Sosial: Ada Semacam Mafianya, Ada Menyuruh Minta-minta
TribunMedan/Indra
Penderita kusta yang ada di UPT Pelayanan dan Pembinaan Penyakit Kusta Marsanina Desa Simpang Empat Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai turun ke jalan untuk mencari sumbangan dan makan singkok bakar karena merasa kurang diperhatikan oleh Dinas Sosial Provinsi Sumut Selasa, (18/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Semenjak tahun 2012 Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara hanyalah sebagai penampung atau penerima eks (setengah sembuh) penyandang kusta

Untuk perawatannya sendiri, kini sudah diambil alih oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebagai pemasok atau pemberi obat-obatan untuk mengobati penyangga kusta tersebut.

Sekertaris Dinas Sosial Provinsi Sumatera, Barita Sihite mengatakan, saat ini pihak yang berwenang untuk melakukan penyembuhan atau pemberi obat-obatan hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

"Soal kusta, jadi kami di tahun 2012 ada peralihan kepada kesehatan, jadi dinas kesehatan yang menguruskan untuk obat-obatannya," katanya, saat ditemui Tribun Medan, di rumah kerjanya, Kantor Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Jalan Sampul, Kota Medan, Senin (7/1/2018).

Dirinya menyampaikan, setelah dinyatakan sembuh oleh pihak kesehatan, maka kemudian akan diserahkan pada Dinas Sosial untuk dilakukanya pembinaan, agar ke depanya para penyandang Kusta dapat bekerja. 

Pekerjaan yang dimaksudnya adalah, pembuatan kerajinan tangan yang akan dilakukan para penyandang kusta di UPT. Ini sudah disediakan Dinas Sosial.

Namun, masih ada masalah baru, setelah dinyatakan sehat oleh pihak kesehatan, para penyandang kusta ini memilih untuk tidak masuk dalam panti sudah disediakan Dinas Sosial. 

Para penyandang kusta ini memilih untuk hidup dengan keterbatasan yang dimilikinya, salah satunya dengan mengemis di jalan-jalan di Ibu kota Provinsi Sumut, yaitu Kota Medan.

"Dalam satu keluarga yang diserahkan itu ke dinas sosial, apabila sang ayah masih mengidap penyakit itu, tetapi sang anak dan ibunya tidak mau ditinggal oleh ayahnya, jadi memilih untuk ikut, dan itu permasalahannya makanya masih banyak beredar penyakit kusta di jalan-jalan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved