SMK Immanuel Jurusan Teknik Alat Berat, Lulusannya Terampil Merakit dan Memperbaiki Mesin 'Terduduk'

Immanuel menuturkan, awal dibukanya jurusan Teknik Alat Berat ini adalah setelah dirinya jalan-jalan ke Malang, Jawa Timur.

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Dua orang siswa SMK Immanuel jurusan Teknik Alat Berat memperbaiki mesin alat berat yang ada di workshop, Rabu (23/1/2019). 

Upah seorang teknisi alat berat, lanjut Immanuel, cukup menggiurkan. Untuk reparasi kerusakan ringan pada alat berat saja, besaran upahnya bisa sampai lima kali lipat dari upah reparasi kerusakan berat pada kendaraan ringan.

"Contohnya, memperbaiki pompa hidrolik ekskavator, itu upahnya di kisaran Rp15 juta sekarang," ucap Immanuel.

Immanuel pun mengajak masyarakat, terutama para orangtua, untuk menyekolahkan anaknya di SMK Immanuel. Uang sekolah per bulan hanya Rp400 ribu dan uang praktik sebesar Rp1,2 juta per tahun.

Tersedia pula beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa kurang mampu, serta asrama bagi para siswa asal luar Kota Medan.

"Buat apa jauh-jauh jadi babu di negeri orang, kalau di negeri sendiri banyak juga lapangan kerja. Tinggal masyarakat saja yang perlu jeli untuk melihat mana bidang-bidang yang jumlah SDM-nya masih sedikit. Contohnya, jurusan Teknik Alat Berat ini. Lulusan jurusan ini bermodal kotak kunci saja bisa cari makan," pungkas Immanuel.

Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan

SMK Immanuel Medan tak hanya membekali para siswanya dengan teori dan praktik ilmu pengetahuan saja. Untuk melatih para siswa terbiasa dengan lingkungan kerja, SMK Immanuel bekerja sama dengan beberapa perusahaan.

Terkait jurusan Teknik Alat Berat, SMK Immanuel saat ini berkerja sama dengan United Tractors dan PT Alhas Jaya Grup. Kedua perusahaan tersebut bergerak di bidang penjualan, penyewaan, dan reparasi alat-alat berat.

Wujud kerja sama yang telah dilakukan yakni penempatan tenaga pengajar dan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada kedua bengkel dan kantor perusahaan tersebut.

Lewat kerja sama ini tenaga pengajar berkesempatan untuk mengetahui teknologi keluaran terbaru, sehingga bisa dijadikan bahan ajar siswa. Selain itu, para siswa peserta PKL bisa mempraktikkan apa yang didapat dari bangku sekolah.

"Setiap tahunnya kita juga diberikan bantuan unit kendaraan terbaru untuk bahan belajar. Baru-baru ini, kita dapat satu mesin alat berat dari United Tractors," ucap Immanuel Munthe.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved