TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI-Birmingham Small Arms (BSA) Sepeda Motor Legenda yang jadi Ikon Kota Pematangsiantar

Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS) ini menceritakan tentang sejarah motor BSA asal Inggris yang disulap menjadi becak penumpang.

Penulis: Tommy Simatupang |
Tommy Simatupang
Pengendara becak BSA Siantar sedang mangkal di Jalan Surabaya Kota Pematangsiantar, Rabu (21/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Erizal Kesuma Ginting memberikan kesempatan kepada reporter tribun-medan.com untuk melihat isi dari garasi rumahnya di Jalan Nusa Indah Kota Pematangsiantar.

Garasi yang pada umumnya sebagai tempat menyimpan dua atau tiga kendaran pribadi, tetapi bagi Rizal menyulap rumahnya menjadi showroom ratusan sepeda motor antik. Rizal menyebut garasinya sebagai museum sepeda motor antik buatan Inggris, Birmingham Small Arms (BSA) Company.

Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS) ini menceritakan tentang sejarah motor BSA asal Inggris yang disulap menjadi becak penumpang. Ia memastikan motor gede (Moge) BSA yang diubah menjadi becak hanya ada di Kota Pematangsiantar.

Rizal menjelaskan BSA digunakan sebagai moda transportasi umum sejak tahun 1970 di Kota Pematangsiantar. Para pemuda memperbaiki kendaraan bekas peninggalan penjajah Belanda serta sekutu yang tergeletak tak terpakai. Tak hanya BSA, pemuda Siantar juga mencoba menggandengankan Harley dan BMW dengan bak penumpang.

"Setelah Belanda kalah, kendaraan tergeletak di kandang ayam. Tahun 1958 ada pemuda Siantar mencoba memperbaiki dan utak-atik dan hidup. Harley pernah jadi becak, tapi gagal.

Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS)
Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS) (TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang)

Lalu dicoba BMW, kick start sebelah kiri, gagal. Yang sesuai hanya BSA. Tahun 70-an BSA jadi moda transportasi di samping sado," ujarnya saat berbincang-bincang di rumahnya, Kamis (21/2/2019).

Motor BSA yang memiliki tenaga cukup kuat menjadi populer di kalangan ibu-ibu yang ingin berbelanja. Para pemuda pun bergerilia mencari BSA lain ke luar Aceh hingga ke Pulau Jawa.

Ia mengaku bahwa anak Siantar saat itu memang sangat kreatif. Bahkan, pernah memboyong onderdil BSA dengan berat puluhan ton dari Pulau Jawa dengan menggunakan kapal laut.

"Becak BSA akhirnya terkumpul hingga 3000 unit tahun 1971. Ini sebagai jawaban untuk permintaan pasar. Sangat dibutuhkan," ujarnya sembari mengatakan saat itu, Siantar sebagai kota tujuan berbelanja masyarakat dari daerah Samosir, Tobasa, Simalungun, dan Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.

Penulis buku sejarah "Siantar Berdarah" ini menceritakan tahun 1972 motor gede dengan kekuatan 350 cc hingga 550 cc ini berhenti diproduksi.

Pemberhentian produksi BSA karena munculnya kendaraan ringan dan irit asal Jepang, Honda. Masyarakat mulai antusias beralih membeli sepeda motor Honda.

Padahal, dari sisi kualitas, kata Rizal BSA yang mulai diproduksi tahun 1920 memiliki kekuatan yang lebih unggul.

Presiden Bom's Erizal Ginting saat ditemui di rumahnya yang juga museum BSA di Jalan Nusa Indah, Kota Pematangsiantar, Rabu (20/2/2019)
Presiden Bom's Erizal Ginting saat ditemui di rumahnya yang juga museum BSA di Jalan Nusa Indah, Kota Pematangsiantar, Rabu (20/2/2019) (TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG)

"Kekuatan yang tinggi. Kendaraan BSA ini memang dipersiapkan untuk militer daerah perang. Memang diciptakan untuk hancur-hancuran. BSA memang untuk konvensional,"ujarnya.

Motor gede dengan suara knalpot besar ini juga sudah masuk dalam cagar budaya. Rizal sudah keliling Indonesia hingga keluar negeri mencari BSA. Rizal yang menyebut dirinya maniak BSA ini juga mengungkapkan telah memiliki 14 varian BSA, 3 varian Harley, 3 varian Vespa, 3 varian Suzuki, dan 3 varian BMW.

Seluruh sepeda motor tahun tinggi itu diparkirkan rapi di dalam garasi. Tak hanya itu, sepeda motor itu juga digantungkan kertas keterangan merek dan tahun buatan kendaraan. Semua yang dimiliki sebagai koleksi pribadi. Rizal juga menitipkan sebagian kendaraan antiknya di cafe, kantor Boms, dan di rumah keluarganya.

Presiden Bom's Erizal Ginting saat ditemui di rumahnya yang juga museum BSA di Jalan Nusa Indah, Kota Pematangsiantar, Rabu (21/2/2019).
Presiden Bom's Erizal Ginting saat ditemui di rumahnya yang juga museum BSA di Jalan Nusa Indah, Kota Pematangsiantar, Rabu (21/2/2019). (TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved