TRIBUNWIKI
TRIBUNWIKI-Birmingham Small Arms (BSA) Sepeda Motor Legenda yang jadi Ikon Kota Pematangsiantar
Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS) ini menceritakan tentang sejarah motor BSA asal Inggris yang disulap menjadi becak penumpang.
Penulis: Tommy Simatupang |
"Mendapatkan barang antik itu tak seperti ke showroom. Rata-rata sudah tidak ada lagi. Kalau rejeki setahun 2 atau 3 motor. Kemana pun saya pergi, saya hunting mencari motor-motor tua. BSA is my life. Di siantar saya dapat cuma dua,"ujarnya seraya menjelaskan hobi BSA sejak usia 15 tahun atau 1974. Untuk BSA pertamanya, Rizal membeli dengan harga Rp 400 ribu.
/////Penumpang Becak BSA Menurun Drastis/////
Perkembangan moda transportasi yang telah merambah ke sistem jaringan internet membuat becak BSA Siantar sepi peminat. Rizal menjelaskan telah melakukan upaya dengan membuat Becak BSA menjadi becak pariwisata.
Namun, ia menilai Pemerintah Kota Pematangsiantar kurang perhatian terhadap cagar budaya yang menjadi ikon kota. Rizal telah mengusulakan untuk masuk dalam APBD dalam pos pariwisata dan kebudayaan.
"Perkembangan angkutan umum, ojek online, Sepeda Motor pribadi menbuat Becak BSA kalah populer. Teman saya pengendara becak BSA mulai jam 8 pagi sampai jam 9 malam gak ada penumpang. Karena kalah kompetisi,"ujarnya.
Rizal menjelaskan tak adanya antusias pemerintah terhadap cagar budaya membuat becak BSA kalah pamor.
"Bahkan kami ssndiri yang mengkhususkan jadi becak pariwisata. Tak ada antusias pemko dengan BSA ini. Kadis-kadis saya tanya gak ada yang beri solusi. Saya minta buat even, gak ada yang berpikir ke situ," tambahnya.
Rizal juga menyinggung tentang angkutan transportasi mobil yang sangat banyak di Kota Siantar. Angkutan itu sudah melebihi kuota dalam peraturan.
//////Hanga Dipakai Saat Even 17 Agustus/////
Ramlan (64) seorang pengendara becak BSA Siantar yang sedang mangkal di Jalan Surabaya Kota Siantar tidak ada inovasi untuk menghadapi kompetisi moda transportasi. Ramlan yang memiliki tujuh BSA ini mengatakan lebih memilih untuk keluar pada siang hari.
"Penumpang becak BSA hanya ramai saat weekend. Karena, banyak wisatawan yang datang ke mari. Kalau hari biasa, paling banyak itu hanya delapan penumpang,"ujarnya.
Ramlan yang membeli BSA pada tahun 1970 dengan harga Rp 200 ribu mengaku hanya diperhatikan saat hari kemerdekaan dan even-even kebudayaan. Ia juga mengungkapkan perhatian untuk Becak BSA banyak berdatangan dari pihak swasta.
"Kami sering digunakan untuk even-even saja,"pungkasnya.
(tmy/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bsa2.jpg)