Kito Art Cafe Hadir Jawab Kebutuhan Tempat Nongkrong Berkonsep Seni di Kota Medan
"Kito Art hadir karena ingin ada satu tempat nongkrong di Medan yang memberikan suasana baru dengan konsep seni."
mmTRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah lima hari bekerja dari pagi hingga malam, sudah seharusnya Anda merefreshingkan sejenak kepenatan dan bergembira.
Menghabiskan waktu pekan bersama keluarga, teman, sahabat, serta orang tersayang bisa menjadi pilihan tepat. Namun, ada juga orang yang suka menenagkan diri sendiri.
Jika Anda tipe yang seperti itu, Anda membutuhkan tempat yang tenang dan menarik. Sehingga bisa ngopi sembari membaca buku kesayangan Anda.
Satu tempat nongkrong yang cocok ada di Jalan KH Wahid Hasyim No 31, Kota Medan. Plang nama yang terbuat dari besi dan berbentuk bulat di depan bangunan bertembok putih dan beratap hitam tertulis Kito Art Cafe.
"Kito Art hadir karena ingin ada satu tempat nongkrong di Medan yang memberikan suasana baru dengan konsep seni. Ada seni lukisan dan kombinasi seperti gardennya," ungkap Operasional Manager Kito Art Cafe Dani Handrian kepada Tribun, Sabtu (2/3).
Deni mengatakan, Kito, saat ini memiliki dua cabang. Satu lainnya ada di Krakatau dengan nama Kito Garden. Yang membedakannya adalah Kito Garden berkonsep resto.
"Konsepnya dibedakan. Di sana ada resto, di sini kafe. Di sini kita merasakan seperti di museum lukisan. Ada produk zaman dulu seperti miniatur mobil dan pajangan plat mobil. Lebih ke konsep old," tambahnya.

Dani mengatakan, suasana akrab yang disajikan oleh Kito Art membuat beberapa pegawai mengenal tamu yang datang.
Kebanyakan dari pengunjung didominasi oleh anak muda. Meskipun begitu, tidak sedikit orangtua yang membawa anak-anak mereka kemari.
"Kita sedang tahap renovasi. Sekarang dalam proses penyelesaian. Jadi, nanti ada tiga lantai. Nah, di lantai tiga nanti lebih ke gardennya," tambahnya.
Kito Art Cafe memiliki tampilan yang cerah dengan dominasi putih pada dindingnya. Kesan industrial bisa dilihat dari bangku dan meja yang terbuat dari besi berwarna hitam. Ruangan outdoor terlihat asri dengan karpet yang menyerupai rumput. Jika malam hari, di luar, akan dihiasi oleh lampu-lampu kecil berwarna kuning.
Di dalam, kesan Artnya terasa dari banyaknya lukisan dan pajangan di dinding kafe. Seperti tidak ada ruang kosong yang tersisa. Saat Tribun datang, satu bagian sedang dicat kembali dengan warna putih.
"Hal unggul dari Kito Art yang pertama adalah harga yang kita tawarkan relatif murah dengan kelas bintang lima. Kedua, kita memiliki beragam menu makanan. Mulai dari sup, nasi goreng, ayam penyet, masakan chinese, western, nusantara, kita ada," kata Dani.
Menu andalan mereka adalah frozen caramel latte, fettuchini karbonara dan tenderloin steak yang pastinya menggoda untuk dicicipi.
Kito Art juga menyediakan live music, ada DJ setiap malam, wifi, kipas angin, pendingin ruangan, ruangan VIP di lantai dua dan layar besar bagi Anda yang ingin mengadakan nonton bareng bersama sejawat.