Alamak

Mucikari di Medan Pasang Tarif Rp 1 hingga Rp 3 Juta untuk Sekali 'Short Time' pada Tamu PSK

Tarif PSK di Medan senilai Rp 1 sampai 3 Juta untuk sekali short time per orang kepada tamu.

Mucikari di Medan Pasang Tarif Rp 1 hingga Rp 3 Juta untuk Sekali 'Short Time' pada Tamu PSK
FOto/ist/Polda Kalbar
Terbaru Prostitusi Online 3 Orang Diciduk di Kamar Hotel, Mahasiswi SA Terlibat Jadi Mucikari,Update 

"Sang mucikari memasang tarif senilai Rp 1 sampai 3 Juta untuk sekali short time per orang kepada tamu."

////

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang mucikari dan dua Pekerja Seks Komersil (PSK) diamankan Subdit IV/Renata Polda Sumut di Motel Pardede Hall yang berada di Jalan Juanda, Kota Medan.

Kedua PSK dan satu mucikari itu masing-masing bernama Lili Novi (22) warga Jalan Sei Mencirim, Kecamatan Medan Petisah dan Anggita Yasmin (21) warga Bandar Selamat, Kabupaten Deliserdang dan Mucikari bernama Mujiono alias Eda (32) warga Kabupaten Serdang Bedagai.

Kasubdit IV/Renata DitKrimum Polda Sumut AKBP Reinhard Nainggolan mengatakan kedua PSK ini harus melayani beberapa pria hidung belang yang sudah bertransaksi dengan mucikari.

"Sang mucikari memasang tarif senilai Rp 1 sampai 3 Juta untuk sekali short time per orang kepada tamu,"kata Reinhard, Minggu (10/3/2019).

Dengan tarif segitu, akunya, setiap harinya, PSK mendapat keuntungan mencapai Rp 3 Juta dari para tamu.

"Itu pun kalau tamu sedang ramai," ujar orang nomor satu di Subdit IV/Renakta ini.

Masih dikatakan Reinhard, si mucikari mendapat keuntungan sebesar Rp 500 Ribu dari PSK apabila pria hidung belang memesan short time.

Ia menceritakan, pihaknya mengamankan tiga orang ini berkat informasi dari masyarakat. 

Begitu mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung ke Motel Pardede Hall.

"Tim unit III Subdit IV langsung turun ke lokasi dan mengamankan ketiga orang di mana satu diantaranya sebagai mucikari dan dua PSK,"katanya.

Ia menyatakan pihaknya mengamankan barang bukti berupa tiga buah handphone merek iPhone, uang tunai Rp 2 Juta dan e-KTP serta SIM C.

Ketiganya dikenakan pasal 2, Pasal 10 Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan Manusia dan Pasal 296 KUHPidana dengan hukuman minimal 10 tahun penjara.(akb/tribun-medan.com)

Baca: PSK Menyamar Menjadi Perawan Pakai Darah Belut, Tarif Layanan Naik Hingga Rp 20 Juta

Baca: KABAR TERBARU Terkait Vanessa Angel, Pengusaha Rian Beberkan Alasannya Kenapa Booking Vanessa Angel

///

Dua wanita muda yang diamankan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Willayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Lhokseumawe mengaku memasang tarif kepada pria yang memesannya melalui perantara atau mucikari.

/////

Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma langsung menemui Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya setelah menemukan dua wanita muda, satu di antaranya mengaku Pekerja Seks Komersil (PSK).

Tujuannya untuk menyampaikan persoalan tersebut sehingga Pemko Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Suaidi Yahya segera mengambil tindakan.

Wali Kota Lhokseumawe sempat tersentak dan tercengang mendengar keterangan Haji Uma yang menemukan lokasi yang sering dijadikan tempat transaksi PSK. 

Namun, Wali Kota Lhokseumawe menyatakan siap memberikan dukungan kepada Haji Uma dalam mengawal persoalan tersebut.

Anggota DPD Komite II itu bertemu dengan Suaidi Yahya saat menghadiri undangan Maulid Nabi Muhammad saw, di Dayah Sirajul Muna Desa Blang Cruem Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Sabtu (2/3/2019).

Haji Uma menceritakan kronologi awal dirinya melakukan pengintaian terhadap sebuah kafe yang diduga dijadikan sebagai tempat transaksi PSK di kawasan Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe.

“Kita mendukung penuh upaya Haji Uma dalam memberantas maksiat,” ujar Wali Kota Lhokseumawe sebagaimana disampaikan Haji Uma.

Tak hanya itu, Suaidi juga menyatakan dirinya juga siap turun langsung merazia tempat-tempat yang diduga dijadikan lokasi transaksi PKS atau perbuatan maksiat lainnya di kawasan Lhokseumawe.

Haji Uma menyebutkan Pemko Lhokseumawe sudah seharusnya siaga terhadap prostitusi online pascatemuan tersebut.

Apalagi Haji Uma sudah berhasil mengantongi nama-nama wanita dan mucikari yang diduga terlibat dalam prostitusi online.

“Kita berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama memberantas maksiat ini, supaya kembali tegak syariat Islam di Aceh, sekaligus menyelamatkan generasi,” pungkas Haji Uma.

Wali Kota Lhokseumawe Kaget di Daerahnya Ada Wanita Jual Diri di Jaringan Prostitusi Online
Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma memperlihatkan kepada Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya berita dua wanita muda yang diamankan petugas, satu di antaranya mengaku PSK. |SERAMBINEWS.COM/JAFAR YUSUF

Sebelumnya, satu dari dua wanita muda yang diamankan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Willayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Lhokseumawe mengakui  memasang tarif kepada pria yang memesannya melalui perantara atau mucikari.

Keduanya adalah LZ (19) dan DN (23) warga Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

LZ mengakui kepada penyidik bahwa mereka sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK).

Keduanya ditangkap petugas Satpol PP dan WH Lhokseumawe di sebuah kafe di Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe pada Kamis (28/2/2019) sekira pukul 03.00 WIB.

Di kafe tersebut diduga kuat dijadikan tempat transaksi dan menemukan sejumlah wanita berpakaian ketat tanpa jilbab.

“Kemarin saya hadir ke Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe, selain untuk mengapresiasi atas kinerja petugas juga untuk menasehati kedua wanita tersebut bersama ibunya," ujar Haji Uma kepada Serambinews.com.

"Karena kebetulan kemarin ibunya juga hadir ke kantor tersebut, untuk menjenguknya yang sedang dalam proses pembinaan,” ujarnya. 

Kepada Haji Uma, LZ mengaku menjadi PSK selama tinggal di Banda Aceh.

Bahkan ia sudah memberitahukan sejumlah lokasi tempat dirinya berhubungan badan dengan pria yang memesan dirinya, di antaranya hotel dan juga tempat karaoke.

Haji Uma sempat tersentak dengan pengakuan LZ, apalagi dia juga mengaku memasang tarif Rp 800 ribu.

“Bukan hal itu sebenarnya yang ingin kita dengar dari LZ. Namun, untuk memastikannya saya harus menanyakannya dan dia mengakuinya," ujar Haji Uma.

"Karena itu saya minta supaya LZ meninggalkan perbuatan tersebut. Kepada ibunya saya sampaikan supaya menjaga dan membimbingnya, sehingga ia tidak  lagi menjadi PSK,” ujar Haji Uma.

Ia berharap juga kepada pihak keluarga LZ juga memberikan perhatian, sehingga LZ tidak lagi menjadi wanita malam.

“Dia juga mengaku merusak handphone dengan membanting ke lantai ketika diminta petugas mengisi password supaya dapat dibuka," ujarnya.

"Ternyata dalam HP tersebut ada film porno dan percakapan dengan orang lain yang dirahasiakan (prostitusi online),” kata Haji Uma.

Sedangkan DN tidak mengakuinya.

Namun, dalam HP juga ditemukan chatting dengan sejumlah nomor yang tidak dikenal identitasnya, yang menjurus ke prostitusi online juga.

Padahal DN mengaku sudah memiliki dua anak.

“Kita berharap kepada orang kedua remaja tersebut benar-benar menjaga agar tak kembali lagi ke perbuatan maksiat,” harap Haji Uma.(*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Serambinews.com dengan judul; Wali Kota Lhokseumawe Kaget di Daerahnya Ada Wanita Jual Diri di Jaringan Prostitusi Online

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved