Viral Medsos

Mahasiswi Hina Polisi Dengan Sebutan Anjing, Saat Ditangkap Langsung Lemas dan Mengaku Menyesal

Status yang dituliskan Febi Rahmayana adalah kalimat yang memojokkan dan menebar kebencian terhadap kepolisian Polda Sulawesi Tenggara.

Facebook/Sisi April Lia
Mahasiswi Hina Polisi Dengan Sebutan Anjing, Saat Ditangkap Langsung Lemas dan Mengaku Menyesal. Febi saat berada di Polda Sultra 

Mahasiswi Hina Polisi Dengan Sebutan Anjing, Saat Ditangkap Langsung Lemas dan Mengaku Menyesal

TRIBUN-MEDAN.com-Seorang mahasiswi bernama Febi Rahmayana di Sulawesi Tenggara (Sultra) harus berurusan dengan kepolisian karena mengunggah status yang memojokkan polisi.

Status tersebut dia unggah di Story WhatsApp pribadinya, dan kemudian viral di berbagai media sosial setelah banyak yang mensharenya ulang di berbagai media sosial.

Status yang dituliskan Febi Rahmayana adalah kalimat yang bernada ujaran kebencian terhadap kepolisian Polda Sulawesi Tenggara.

Kalimat tersebut disematkan sebagai caption dalam video saat kendaraan dari Polda Sulawesi Tenggara tengah melintas seusai mengamkan demo mahasiswa.

Saat melintas memang tampak seorang polisi mencoba menutup jalan supaya truk-truk polisi tersebut melintas dengan lancar.

"Para anjing-anjing negara sudah mempersiapkan diri untuk melindungi majikannya di dalam istana," tulisnya dalam caption videonya.

Baca: Warga Tobasa Curhat Kepada Sihar Sitorus, Ungkap DPR RI yang Dipilih Sebelumnya Tak Pernah Datang

Baca: Kunjungi Petani Nanas di Sipahutar, Sihar Sitorus Diminta Warga Bangun Pabrik Pengolahan Nanas

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, teks

Baca: Saat Temu Kader AMPI se Indonesia, Jokowi Ungkap 9 Juta Warga Indonesia Percaya Berita Hoax

Baca: TRIBUNWIKI: 3 Hotel Kapsul di Medan dengan Harga Mulai Rp 100 Ribuan

Postingan ini pun seketika heboh di berbagai media sosial, beragam komentar netizen bermunculan, rata-rata yang memberikan komentar mengecam tindakan Febi.

Atas peristiwa ini Polda Sultra pun bertindak dengan mengamankan mahasiswi yang menghina polisi tersebut. Saat di kantor polisi, Febi pun mengaku salah dan meminta maaf.

Permintaan maaf Febi Rahmayana secara terbuka tersebut dibuat dalam bentuk video.

Ia mengakui dan meminta maaf kepada sejuruh jajaran institusi Kepolisian RI, Polda Sultra dan kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam unggahan di status WhatsApp-nya.

“Saya atas nama Febri Rahmayana mohon maaf yang sebesarnya kepada bapak Kapolri dan seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia," ujar Febi dikutip dari video permintaan maafnya.

Baca: Presiden Jokowi Sabar Ladeni Omak-omak yang Minta Foto Bareng Berkunjung ke Pasar Petisah Medan

Baca: Penikaman di Depan SMU St Thomas Aquino, Pelaku Bertengkar dengan Pacarnya yang Siswi SMP

"Terutama kepada bapak Kapolda Sultra, serta seluruh anggota kepolisian yang ada di Sulawesi Tenggara. Serta, Pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan saya yang sudah membuat story WhatsApp," tambahnya.

Ia pun kemudian menjelaskan ujaran kebencian yang tersebar tersebut dia sampaikan dalam video kendaraan Polri yang sedang melintas menuju Polda Sulawesi Tenggara.

“Atas perbuatan tersebut saya sagat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang seperti itu lagi," katanya.

Video permintaan maaf Febi pun kini viral di media sosial facebook seperti yang diunggah akun Facebook Sisi April Lia. Dalam unggahan tersebut dia mengajak warga bijak ber media sosial.

Baca: Kisah Toto Anjing Setia, Menunggu Tuannya Berminggu-minggu di Rumah Sakit walau Majikan Sudah Mati

Baca: Hadiri Deklarasi AMPI untuk Capres Nomor 01 di Medan Jokowi Minta Kaum Milenial Tidak Golput

Berikut unggahan lengkapnya.

Pelaku Hate Speech Meminta Maaf

Setelah Sebelumnya viral di media sosial terkait cuitannya yang telah menghina institusi Polri, Feby Rahmayana langsung memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sultra.

Setelah pemeriksaan itu usai, mahasiswi semester IV disalah satu Perguruan Tinggi di kota Kendari ini, akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya.

Kini permasalahan ini telah usai dan tidak ditindaklanjuti lagi ke proses hukum. Belajar dari pengalaman Feby, Polda Sultra mengajak kepada seluruh masyarakat dan khususnya kaum milenial, untuk tidak melakukan tindakan serupa dan melanggar UU ITE.

#Bijak Bermedia Sosial
#Stop Hate Speech
Multimedia Polda Sultra
Jumat 15 Maret 2019.

Tangan Polisi Terbakar saat Mengamankan Demo

Kanit Sabhara Polsekta Panakukang, Iptu Abdul Muis terbakar saat berusaha menghentikan aksi demonstrasi mahasiswa yang membakar ban bekas di tengah jalan protokol di Makassar, Kamis (14/3/2019) sore.

Dari video yang direkam anggota Polsekta Panakukan, awalnya mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel Jalan AP Pettarani yang merupakan jalan protokol di Kota Makassar.

Tidak puas dengan hanya berorasi mengkritik pelayanan di kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, puluhan mahasiswa itu kemudian ke tengah jalan untuk membakar ban bekas.

Abdul Muis lalu berupaya menghentikan aksi membakar ban oleh pendemo tersebut.

Namun nahas, saat berebut ban bekas yang telah tersiram bensin, tiba-tiba disulut api oleh satu mahasiswa. 

Bensin yang tertampung di rongga ban bekas itu menyembur dan membasahi pakaian dinas Abdul Muis.

Api pun dengan cepat membakar badan Abdul Muis.

Beruntung, api bisa dipadamkan dan Abdul Muis pun bergegas dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan tim medis.

Akibat insiden itu, Abdul Muis menderita luka bakar yang cukup parah di tangan, dada dan kaki kiri.

Kepala Polsekta Panakukang, Kompol Ananda Harahap yang dikonfirmasi mengatakan, awalnya polisi sudah memperingatkan mahasiswa agar tidak membakar ban di Jalan AP Pettarani.

Sebab akan mengganggu arus lalu lintas.

Apalagi jalur itu menyempit karena ada proyek pembangunan jalan layang.

“Polisi pun berupaya menghentikan aksi mahasiswa membakar ban bekas, karena sudah terjadi penyempitan jalan akibat proyek pembangunan jalan layang.

Jadi, jika ada pembakaran ban lagi di jalan sempit, otomatis arus lalu lintas menjadi lumpuh total,” katanya.

Terkait insiden itu, lanjut Ananda, polisi belum mengambil tindakan karena Abdul Muis sebagai korban terbakar belum melapor.

“Tergantung dari Pak Abdul Muis, karena dia selaku korban.

Jika sudah dilaporkan, kami akan melakukan tindakan dan upaya hukum terkait anggota Polri yang terbakar akibat demonstrasi mahasiswa,” katanya.(*)

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved