Perbankan Syariah Tumbuh 17,55 % di Sumut, Lebih Tinggi Dibanding Bank Konvensional
Pangsa pasar perbankan syariah masih kecil dibandingkan bank konvensional. Dapat dilihat dari jumlah kantor keuangan
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pangsa pasar perbankan syariah masih kecil dibandingkan bank konvensional. Dapat dilihat dari jumlah kantor keuangan bidang syariah yang masih minim sejumlah 105 kantor yang tersebar di Sumut (Sumatera Utara), dan ini sudah termasuk kantor wilayah, cabang maupun cabang pembantu.
Sementara itu bank konvensional sudah memiliki 1.016 kantor yang tersebar di Sumut.
Kepala Regional (KR) 5 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut, Yusup Ansori mengatakan bahwa memang hingga saat ini bank syariah masih tertinggal tapi bukan berarti tidak berkembang.
“Tetap ada perkembangan pada pertumbuhan syariah, namun di Sumut konvensional masih diminati banyak masyarakat di Sumut,” kata Yusup, Selasa (19/3/2019).
Yusup mengatakan untuk kredit perbankan konvensional pada Januari 2019 mencapai Rp 205 Triliun (T) dengan pertumbuhan 5,18 persen secara tahunan ( year on year atau yoy).
Sementara kredit bank syariah mencapai Rp 6,0 triliun dimana year on year 17,55 persen. Terkait kredit macet, bank konvensional sebesar Rp 2,60 persen, dan bank syariah sejumlah 4,32 persen.
"Total aset bank konvensional mencapai Rp 230 T dan pertumbuhan 1,54 persen yoy. Sedangkan untuk bank syariah menunjukkan menunjukkan Rp 6,4 T dengan yoy 9,96 persen," ucapnya.
Ia menjelaskan untuk DPK (Dana Pihak Ketiga) termasuk tabungan, giro dan deposito pada bank konvensional Rp 215 triliun, dengan tumbuh sebesar 1,51 persen yoy. Sedangkan bank syariah 6,3 triliun dengan pertumbuhan sebesar 9,54 persen secara tahunan.
“Untuk industri jasa keuangan non bank, perusahaan pembiayaan di Sumut per januari 2019 telah menyalurkan pembiayaan sebesar 17,62 Triliun atau tumbuh sebesar 11,06 persen. Dengan pembiayaan macet 2,02 persen, pembiayaan konvensional Rp 17,12 triliun, dan pembiayaan syariah Rp 0,53 triliun,” katanya.
Selain perbankan, kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Sumut juga masih sedikit.
Untuk BPR di Sumut ada 84 kantor cabang. Sedangkan BPRS ada 6 kantor cabang di Sumut.
"Untuk kinerja perbankan BPR maupun BPRS di Sumut relatif baik tercermin dari BPR aset sebesar Rp 1,658 Miliar (M) dengan pertumbuhan 10,30 persen dan BPRS aset sebanyak Rp 181 M," ucap Yusup.
Yusup mengatakan dalam sektor produktif bank umum untuk total kredit produktif mencapai Rp 159,27 T dan 75,5 persen dari total kredit secara keseluruhan di Sumatera. Sementara dari kredit produktif tersebut, 36,4 persen disalurkan pada UMKM atau mencapai 58,02 T.
Adapun tiga lapangan usaha UMKM dengan kredit terbesar yakni perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 28,17 Triliun.
Selain itu pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp 11,62 T serta industri pengolahan sebesar Rp 5,57 Triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-regional-kr-5-otoritas-jasa-keuangan-ojk-sumut-yusup-ansori.jpg)