Hidroponik Mart Medan, Kian Suburnya Bisnis Sayur Hidroponik Non Pestisida

Sayur yang saya jual seperti bayam, kangkung, sawi, selada. Semua jenis sayur dataran rendah dan non pestisida.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Erwin Halim pemilik Hidroponik Mart Medan saat berada di kebunnya. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Gaya hidup sehat kala ini sedang ramai digemari banyak orang. Merubah pola makan jadi makanan sehat menjadi salah satu jalannya.

Makanan yang sehat bisa berupa buah atau sayur-sayuran. Lebih sehat lagi jika makanan itu tidak terkontaminasi dengan pestisida.

Bertumbuhnya gaya hidup ini turut mengerek pertumbuhan bisnis makanan sehat, termasuk di Kota Medan. Salah satunya Hidroponik Mart Medan.

"Hidroponik Mart Medan menawarkan sayuran hasil hidroponik, pelatihan hidroponik, hingga perlengkapan hidroponik," ujar pemilik Hidroponik Mart Medan, Erwin Halim

Usaha miliknya ini telah berjalan kurang lebih tiga tahun. Tetapi ia sudah mulai menanam hidroponik sejak lima tahun belakangan.

"Awalnya waktu saya sakit jadi diharuskan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Jadi dulu menanam untuk konsumsi pribadi. Karena memang punya hobi bercocok tanam, saya melihat itu sebagai sebuah peluang bisnis," ujarnya.

Sejak 2016 ia mulai memutuskan menjual sayuran hidroponik miliknya. Dari teman ke teman akhirnya berkembang dan mulai dipasarkan di media sosial seperti facebook dan instagram @hidroponikmart_medan.

"Sayur yang saya jual seperti bayam, kangkung, sawi, selada. Semua jenis sayur dataran rendah dan non pestisida. Hidroponik saya memang non pestisida," imbuhnya.

Menanam tanaman tanpa menggunakan pestisida tentu beresiko pada hama tanaman. Kata Erwin ia tidak menjual sayurannya yang jelek.

"Tapi sekarang masyarakat Kota Medan mulai mengerti bahwa tidak usah membeli sayuran yang terlalu mulus. Menurut mereka sayuran yang terlalu mulus malah bahaya," katanya.

Menurutnya market sayuran organik masih bagus di Medan. Keterbatasan lahan bisa diatasi dengan hidroponik ini.

"Dengan hidroponik ini bisa tanam di mana saja dengan lahan terbatas bahkan di dalam rumah sekalipun," tambahnya.

Ia mengatakan jika dulu bertanam identik dengan kotor dan capek, dengan hidroponik bertanam jadi lebih mudah. "Baru pulang kantor belum ganti baju sudah bisa langsung mengurus tanaman," katanya.

Erwin mengatakan ia bertanam di halaman belakang rumah berukuran 10x 17,5 meter. Ia juga bekerja sama dengan para penggiat hidroponik untuk saling membantu. Untuk menjalankan bisnisnya, Erwin hanya dibantu satu orang, itu juga asisten rumah tangga yang ia berdayakan.

"Banyak orang berpikir bisnis ini mahal dan repot. Sebenarnya hidroponik itu mudah dan murah kok," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved