Hidroponik Mart Medan, Kian Suburnya Bisnis Sayur Hidroponik Non Pestisida

Sayur yang saya jual seperti bayam, kangkung, sawi, selada. Semua jenis sayur dataran rendah dan non pestisida.

Hidroponik Mart Medan, Kian Suburnya Bisnis Sayur Hidroponik Non Pestisida
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Erwin Halim pemilik Hidroponik Mart Medan saat berada di kebunnya. 

Menurutnya market sayuran organik masih bagus di Medan. Keterbatasan lahan bisa diatasi dengan hidroponik ini.

"Dengan hidroponik ini bisa tanam di mana saja dengan lahan terbatas bahkan di dalam rumah sekalipun," tambahnya.

Ia mengatakan jika dulu bertanam identik dengan kotor dan capek, dengan hidroponik bertanam jadi lebih mudah. "Baru pulang kantor belum ganti baju sudah bisa langsung mengurus tanaman," katanya.

Erwin mengatakan ia bertanam di halaman belakang rumah berukuran 10x 17,5 meter. Ia juga bekerja sama dengan para penggiat hidroponik untuk saling membantu. Untuk menjalankan bisnisnya, Erwin hanya dibantu satu orang, itu juga asisten rumah tangga yang ia berdayakan.

"Banyak orang berpikir bisnis ini mahal dan repot. Sebenarnya hidroponik itu mudah dan murah kok," ujarnya.

Dua tahun belakangan bisnis Erwin mulai merambah ke perlengkapan hidroponik. Bisnis ini tentu tumbuh seiring dengan pertumbuhan orang-orang yang ingin belajar hidroponik. "Hampir setiap hari ada yang beli lho," katanya.

"Untuk kategori pemula seperti ibu-ibu rumah tangga cukup dengan rockwool, benih, nutrisi, dan net pot. Biasanya saya bilang kepada mereka cukup memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah saja. Yang penting nutrisinya bagus, cara menanamnya tepat, hasilnya pasti jadi," katanya.

Dalam hidroponik menurut Erwin hal yang tidak bisa dilupakan adalah sinar matahari dan air. "Tentunya nutrisi itu perlu tapi yang paling harus diperhatikan adalah dua hal itu," ujarnya.

Untuk masa tanam, menurut Erwin menanam dengan hidroponik lebih cepat panen dibandingkan menanam secara konvensional. Misalnya kangkung hidroponik bisa dipanen setelah 18 hari.

"Tapi itu tergantung permintaan konsumen juga. Ada yang ingin makan daun, berarti panennya lebih cepat, ada yang ingin makan batangnya karena garing berarti panennya lebih lama," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved