Viral Medsos
CERITA Ayah Rico Lumbanraja, Korban Keganasan Geng Motor yang Rayakan Ultah Ke-15 Tahun di RS
Rico Lumbanraja (15), korban penganiayaan sekelompok Geng Motor Ezto yang menyerangnya dan teman-temannya,
Diviralkan Ortu
Kasus penganiayaan ini terungkap setelah diviralkan orangtua korban yang mengeluhkan tingginya biaya perawatan yang harus ditanggungnya sendiri.
Nilainya tak tanggung-tanggung, mencapai ratusan juta rupiah.
Bahkan dalam beberapa hari perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU), biaya yang harus dibayarkan sudah mencapai puluhan juta.
Lewat akun Facebook atasnama Kasmar Lumbanraja yang tidak lain adalah ayah Rico, ia menuliskan keresahan hatinya.
"Inilah kondisi anak saya, Rico Lumbanraja, pelajar SMA St.Thomas 3 Medan, kelas 10 IPA 2. Terpaksa operasi otak dan tangan, dan saat ini dirawat di RS Royal Prima, masih koma 10 hari akibat kebrutalan dan kesadisan sekelompok geng berjumlah lebih 30 sepeda motor berboncengan yang menyerang satu rumah temannya bermarga Purba di Jalan Pembangunan 5 Tanjunggusta Medan tanggal 24 Maret 2019 pukul 00.30 WIB," tulis Kasmar di akun medsos Facebook miliknya.
"Saat ini (kasusnya) sudah ditangani Polsek Medan Helvetia. Setelah keluar surat lapor polisi, pihak RS Royal Prima menolak (untuk) tidak berlakukan Askes/BPJS nya untuk perawatan medis, karena surat lapor polisi menyebutkan pidana penganiayaan secara bersama-sama," sambungnya.

Kasmar menjelaskan di akun Facebook nya bahwa ia sudah konsultasi ke BPJS tetang masalah ini, kata nya harus ke LPSK di Jakarta.
Di LPSK jawaban mereka yang ditangani adalah Pidana Prioritas (diantaranya) Pelanggaran HAM berat, terorisme dan perdagangan orang.
Sebagai WNI, lanjut Kasmar dan mungkin ASN lainnya resah dengan keadaan ini.
Seperti saling lempar tanggungjawab BPJS dan LPSK. Akhirnya sekarang anak saya dirawat (status pasien) umum di RS, dengan biaya ratusan juta.
Saya pasti tidak sanggup bayar sebagai ASN seorang guru.
Mohon perhatian dan dukungan pemerhati dan sahabat saya semua tentang regulasi lembaga ini.
Kepada yang terhormat kepada Kepolisian RI Polsek Medan Helvetia agar mengusut tuntas kasus ini supaya tidak timbul korban-korban Rico yang lain.
Keberadaan Geng Motor ini sungguh sudah meresahkan orang tua dan pendidik di Medan Sumut ini.