Pelajar yang Dianiaya 30 Anggota Geng Motor Medan Sering Ngigau, Saat Tidur Ucap Makian Pelaku

Korban pengeroyokan Geng Motor Ezto, Rico Lumbanraja, kerap mengigau di sela-sela tidurnya. Dia teringat kata-kata yang seperti diucapkan para pelaku

Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Kondisi Rico Lumbanraja saat dirawat di RS Royal Prima masih dalam kondisi sangat lemah, Kamis (4/4/2019). Rico jadi korban penganiayaan kelompok geng motor di Jalan Pembangunan V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Jadi misalnya aku yang menang, dia yang kalah, dia nanti mau marah-marah.

Tapi, kalau dia yang menang aku yang kalah dia ngejek gitu ketawa-ketawain," ucap Venessa tertawa kecil.

Lebih lanjut, Venessa berharap kekasih hatinya itu bisa segera sembuh dan mereka bisa bersama kembali ke sekolah.

"Harapannya, semoga Rico cepat sembuh dan normal.

Dia nggak kembali seperti yang dulu-dululah.

Seperti keluar malam yang membahayakan kesehatan dia.

Nggak usah ngumpul-ngumpul sama teman yang nggak jelas," harap Venessa.

Untuk diketahui, Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan telah menangkap 3 tersangka penganiayaan Rico, di antaranya David Mangatas Nadapdap (25) warga Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 336 A Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal.

"Ini tersangka yang ikut melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap korban, dengan cara menabrak korban sebanyak 2 kali dengan sepeda motor serta melakukan pengrusakan terhadap rumah dengan cara melempar rumah tersebut dengan batu," kata Kapolsek Helvetia, Trila Murni.

Tiga pelaku pengeroyok Rico Lumbanraja ditangkap polisi.
Tiga pelaku pengeroyok Rico Lumbanraja ditangkap polisi. (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Tersangka lainnya adalah Gani Ari Kristian (29), warga Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 279 Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal.

Sedangkan tersangka ketiga yakni Arianto Fransiskus Manalu (22) warga Jalan Pantai Timur II Rel No 10 Kelurahan Cinta Dame.

"Kita akan terus berusaha untuk mencari pelaku-pelaku lainnya. Data para pelaku sudah dikantongi," ujarnya.

"Dari tiga pelaku yang sudah diamankan, mereka melakukan penyerangan karena kelompok korban diduga menghajar salah seorang teman para pelaku," jelas Trila.(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved