Sadis dan Berdarah Dingin Habisi Budi Hartanto, Ternyata Begini Isi Facebook Aris Sugianto
Status lainnya yang sempat diunggah seperti tulisan "Loro...atiku loro. Seng ta tresno ora rumongso".
Diduga korban dan kedua pelaku, AP dan AJ, juga ikut satu komunitas tertentu.
AP dan AJ, ungkap Barung, memiliki kecenderungan perilaku yang 'melambai'.
"Kedua pelaku ini diidentifikasi memiliki kecenderungan perilaku yang agak melambai," katanya.
Sesuai penuturan ibunya, Aris akhir-akhir ini sering kumpul-kumpul bareng dengan rekan komunitasnya dengan acara bakar -bakar ayam di rumahnya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Alasan Memutilasi Sepele
Belakangan terungkap alasan kedua pelaku melakukan mutilasi pada kepala Budi Hartanto.
Rupanya alasan kedua pelaku memotong kepala korban bukan untuk mengelabui polisi.
Alasan mereka cukup sepele, hanya karena koper yang digunakan untuk membuang jasad korban tidak cukup.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik menduga ada dua penyebab pelaku memutilasi mayat guru honorer Budi Hartanto yang ditemukan di dalam koper di Blitar.
Kemungkinan pertama adalah untuk menghilangkan jejak, tapi ternyata bukan itu alasannya.
Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebutkan, "Karena itu, pelaku harus memotong leher korbannya agar bisa dimasukkanya ke dalam koper," ujarnya.
FOTO-FOTO Temuan Potongan Kepala Guru Honorer yang Dimutilasi, Terungkap dari Pengakuan Orang ini (istimewa)
Aris Menangis dan Mendoakan Arwah Budi Hartanto
Pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Budi Hartanto, seorang guru tari honorer Pemkab Kediri, menangis sesenggukan saat dihadirkan di hadapan awak media di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/4/2019) siang.
Aris Sugianto, salah satu pelaku pembunuhan, mengaku menyesal telah menghabisi Budi Hartanto, dengan cara-cara sadis.
"Saya menyesal, saya minta maaf kepada keluarga korban, saya khilaf," kata Aris didampingi Ajis Prakoso, pria yang juga ikut membunuh Budi Hartanto, saat rilis pengungkapan kasus pembunuhan mayat dalam koper oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Senin (15/4/2019) siang.

Aris juga berjanji akan mendoakan korban diampuni dosa-dosanya.
"Saya di sini hanya bisa berdoa agar almarhum diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman," ucapnya sambil sesenggukan.
Dalam rilis kasus tersebut, kedua pelaku yakni Ajis dan Aris ditunjukkan kepada wartawan.
Keduanya mengenakan baju tahanan dan dalam kondisi diborgol.
Budi Tagih Bayaran usai Berhubungan Badan
Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap kronologi pembunuhan Budi Hartanto.
Wakapolda Jawa Timur Brigjen Toni Harmanto menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu terjadi sehari sebelum jenazah Budi ditemukan di Blitar.
Saat itu, Aris dan korban Budi membuat janji untuk bertemu di warungnya di Jalan Surya Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
"Di tempat itu, pelaku dan korban melakukan hubungan badan sesama jenis alias gay," katanya kepada wartawan, Senin (15/4/2019).
Usai berhubungan badan, Aris biasanya memberikan sejumlah uang kepada korbannya.
Namun saat itu, dia sedang tidak membawa uang. Budi lalu marah-marah dan emosi.
Ajis, teman pelaku yang saat itu juga berada di warung mengingatkan Budi untuk tidak tidak gaduh karena waktu sudah malam.
"Korban tidak mengindahkan peringatan Azis, namun malah menampar Azis. Azis pun balas menampar korban," jelasnya.
Korban emosi Budi lalu mengambil parang untuk melukai Azis, namun berhasil ditepis.
Parang lalu direbut oleh Azis dan disabetkan ke tubuh korban berkali-kali mengenai punggung dan leher korban, korban pun meninggal di lokasi.
Aris dan Azis pun panik dan berencana membuang korban untuk menghilangkan jejak.
Muncul inisiatif korban dimasukkan ke koper.
Namun karena tidak muat, keduanya lalu memotong leher korban.
"Potongan kepala dan leher dibuang di lokasi yang berbeda untuk menghilangkan jejak," terangnya.
Artikel ini dikompilasi dari tribunjatim.com dengan judul Pakai Akun 'Dokter Cinta', Pelaku Mutilasi Guru Budi Kerap Unggah Status & Video, Isinya Patah Hati, dari surya.co.id dengan judul 5 FAKTA TERBARU Pembunuhan Guru Honorer - Cinta Ditolak, Temuan Sabu-sabu & Alasan Sepele Mutilasi, dan dari Kompas.com dengan judul "Kronologi Pembunuhan Mayat Dalam Koper di Kediri"