Edu Global School Lahirkan Siswa Berwawasan Global
Pendidikan yang benar mestilah memperhatikan tiga pilar utama yaitu kognitif menyangkut kempuan akademis.
Sementara itu Kepala Sekolah SMA Luli Kapitra Lc menambahkan di EGS, siswa juga belajar IElTS dan TOEFL untuk memudahkan mereka melanjutkan ke Peguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN).
"Siswa SMA tiap tahunnya mereka harus mengikuti olimoiade. Semua biaya ditanggung sekolah. Di SMA juga ada pemadatan materi. Kurikulum nasional diselesaikan maksimal 5 semester. Hingga pendampingan SBMPTN," terangnya.
Hal ini membuat siswa di EGS tidak perlu mengikuti bimbingan belajar di luar. EGS bahkan memberikan jam tambahan bagi siswa yang membutuhkan pemahaman lebih.
Berpusat di Bandung, staf pengajar di EGS berasal dari dalam dan luar negeri negeri. Mulai dari univeristas di Sumatera dan Jawa hingga mendatangkan guru dan dari Malaysia dan Mesir.
"EGS ini ada karena tuntutan masyarakat yang meminta buka sekolah formal. Di EGS bagaimana sinergi antara kemampuan kognitif dan menghafal Alquran. Program SMP bisa tercapai, mengikuti event yang ada baik itu skala lokal maupun nasional. Sekolah semakin dikenal oleh masyarakat," tutup Helmi.
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/potret-siswa-edu-global-school.jpg)