Dua Pesilat Nomor Seni Gerak Cabor Pencak Silat Fokus Latih Gerakan agar Kompak dan Tidak Melukai

Namun pria tersebut justru mampu menghindari serangan Syehan dan dengan jurusnya berhasil merebut golok tersebut dari tangan Syehan.

Tayang:
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/Chandra Simarmata
Dua Pesilat Nomor Seni Gerak Cabor Pencak Silat Fokus Latih Gerakan agar Kompak dan Tidak Melukai. Dua pesilat Sumut yang akan turun di kategori seni gerakan silat, Frenko Ginting (kanan) dan M Syehan Alfaris. 

Dua Pesilat Nomor Seni Gerak Cabor Pencak Silat Fokus Latih Gerakan agar Kompak dan Tidak Melukai

TRIBUN-MEDAN.com-M Syehan Alfaris (17) dengan sekuat tenaga mengayunkan senjata golok di tangannya. Dengan jurus silatnya, dia berusaha melukai seorang pria yang ada di hadapannya.

Namun pria tersebut justru mampu menghindari serangan Syehan dan dengan jurusnya berhasil merebut golok tersebut dari tangan Syehan.

Aksi tersebut hanyalah latihan yang dilakukan oleh dua pesilat IPSI Sumut dalam rangka persiapan menuju PraPON 2019.

Kedua atlet tersebut adalah M Syehan Alfaris dan Frenko Ginting (22) yang pada PraPON mendatang akan turun di nomor seni gerak Cabor pencak silat.

Kepada Tribun Medan, Frenko dan Syehan yang ditemui saat berlatih di aula Silat PPLP Sumut menuturkan, saat ini mereka memang tengah giat berlatih dalam program pelatda untuk persiapan menghadapi PraPON 2019. Selain berlatih pagi dan sore, keduanya juga sering melakoni latihan tambahan di malam hari.

"Kami latihan 6 hari seminggu, kalau bulan ini kami masih fokus di latihan power dan pembentukan otot dengan main beban. Nanti masuk pertengahan bulan Mei fokus di speed. Kalau praktik silatnya masih main per penggalan gerakan seni silatnya, jadi satu-satu lah gerakannya," ujarnya, Senin (29/4/2019).

Melody Eks JKT48 Bilang Selalu Sempatkan Memasak Sarapan untuk Suami meski Sibuk Bekerja

 Sesumbar Xiaomi Bisa Kalahkan Gree, CEO Xiaomi Kalah Taruhan Rp 2 Triliun

Nikita Mirzani Ungkap Alasan Memilih Tanggal 28 di Pagi Hari untuk Melahirkan Putranya

Selain melakoni latihan fisik, keduanya juga mengaku tengah fokus meramu chemistry agar pada saat bertanding, gerakan mereka bisa selaras.

Pasalnya jika tak selaras maka atraksi seni silat yang menggunakan senjata tajam justru berpeluang saling melukai keduanya.

Jadi Penyedia Layanan Transportasi Online Terkemuka, PT Asia Trans Gelar Konvoi Keliling Medan

TERAKHIR 30 April 2019, Batas Akhir Pemecatan PNS Koruptor, Data BKN: Pemrov Sumut 33 Berstatus PNS

Untuk Gerakan-gerakan silat, kata Frenko, awalnya dirancang oleh mereka sendiri, namun saat pelatda, pelatih turut membantu memantapkan seni gerakan silat yang akan mereka tampilkan.

"Untuk atlet Nasional pelatih mengatakan 36 jam dalam seminggu , jadi kami berusaha, tapi masih 26 jam dalam seminggu, masih dikurangi sedikit, karena baru awal. Jadi perharinya sekitar 4-5 jam per hari," imbuh Syehan.

Lebih lanjut kata Frenko, Untuk bisa meraih juara di PraPON maupun PON tentu bukanlah tugas mudah. Pasalnya banyak pesilat tangguh asal Provinsi lain yang harus diwaspadai, di antaranya DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

TERAKHIR 30 April 2019, Batas Akhir Pemecatan PNS Koruptor, Data BKN: Pemrov Sumut 33 Berstatus PNS

Komantab Letakkan 9 Boks Karang Buatan di Pulau Poncan demi Penyelamatan Kawasan di Pantai Barat

Namun keduanya tetap optimistis mampu memberikan yang terbaik bagi Sumut. Bahkan keduanya bertekad berjuang sekuat tenaga untuk bisa merebut medali bagi Sumut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved