TRIBUN WIKI

Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara

Untuk mengenang perjuangan mereka, nama pahlawan itu dijadikan nama jalan di beberapa kota.

Ist
Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara. 

F . L. Tobing meninggal di Jakarta, 7 Oktober 1962 dan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada November 1962.

7. KH. Zainul Arifin

KH. Zainul Arifin merupakan seorang putra tunggal dari raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus Sultan Sahi Alam Pohan dengan perempuan bangsawan asal Kotanopan, Mandailing, Siti Baiyah boru Nasution.

Ia lahir di Tapanuli Tengah tahun 1909. Semasa hidupnya, Zainul Arifin merupakan seorang politisi dan gerilyawan. Ia terbunuh saat peristiwa percobaan pembunuhan yang ditargetkan pada presiden Sukarno pada tahun 1963.

8. Mayjen. D. I. Pandjaitan

Donald Izacus Pandjaitan, atau lebih dikenal dengan D. I. Pandjaitan, merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia.

Lahir di Balige, 19 Juni 1925, D. I. Pandjaitan merupakan seorang Jenderal angkatan darat yang menjadi salah satu korban pada peristiwa Gerakan 30 September.

Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada Oktober 1965. Untuk mengenang jasa-jasanya dibangun Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

9. Jendral AH. Nasution

Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 September 1918. Beliau wafat di Jakarta pada 6 September 2000.

A. H. Nasution merupakan seorang Jenderal TNI, yang menjadi salah satu sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani dan ajudannya, Lettu Pierre Tandean.

Dirinya pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, juga Panglima Angkatan Perang RI. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2002.

10. Kiras Bangun

Kiras Bangun adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dianugrahi gelar Pahlawan Nasional pada 9 November 2005.

Ia lahir pada tahun 1852 di Batu Karang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Perjuanganya dikenal sebagai penentang penjajahan Belanda dengan menggalang kekuatan lintas agama di Sumatera Utara dan Aceh.

Dia dikenal juga dengan nama Garamata. Di akhir perjuangannya kemudian dibuang ke Cipinang bersama kedua anaknya antara tahun 1919-1926.

Kiras Bangun gugur pada 22 Oktober 1942 dan dimakamkan di Desa Batukarang.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved