Kepala Lapas Tanjung Gusta Prediksi 2.000 Pengunjung akan Hadir pada Hari Pertama Lebaran 2019
Budi juga menerangkan pihaknya akan mengerahkan keamanan pada saat Lebaran.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IA Tanjung Gusta Medan telah mempersiapkan rentetan kegiatan selama Bulan Suci Ramadan 1440 H.
Kalapas Tanjung Gusta Budi Situngkir mengungkapkan selama Ramadan akan ada kegiatan Tarbiah Al-Qur'an yaitu pendidikan bagi narapidana muslim
"Selama Ramadan ini ada kegiatan Tarbiah itu ada guru-guru yang mengajar, yang ngajar juga dari napi, itu ada 8 kelompok. Itu setiap hari dilakukan," ungkapnya kepada Tribun, Minggu (12/5/2019).
Sementara, Kasi Binkemas Lapas, Dedi Batubara juga mengungkapkan mengadakan kegiatan Tadarus dengan perlombaan pembacaan Alquran hingga kitab Khatam.
Dimana para napi yang berhasil akan diberikan tali asih dimana biasanya nanti tali asih ini yang akan diberikan para napi kepada anak-anaknya sebagai THR.
"Kita melakukan perlombaan pembacaan Alquran sampai khatam memang yang kita berdayakan yang mau dan punya niat. Biasanya ada 20 napi, karena cuma khatam jadi dibuat berkelompok hingga selesai. Hadiahnya kita kasih tali asih, di Badan kenaziran Masjid (BKM) ala kadarnya pas takbiran disitulah datang keluarga dikasih sama istri dan anaknya," tuturnya.
Ia mengungkapkan Tadarus akan dimulai pada pukul 21.30 dimana juga ada penceramah baik dari luar maupun dari narapidana sendiri.
"Tadarus mulai jam 10 sampe menjelang dzuhur, napi kita yang muslim itu ada 2856. Ada tausyiah juga. Kalo untuk tausyiah ustadnya dari luar. Ada dari kyai, ada dari jemaat publik, ada dari ikadi, ada dari yang lain, tidak boleh politis, hanya mengajar aqidah-aqidah agama. Kita udh sampaikan mereka, hanya sampaikan tausiah tausiah agama yang mendidik, pencerahan, tidak provokatif. Ustadnya ada Tablih Sibiroh, Kasman Lubis," terangnya.
Budi melanjutkan bahwa pihaknya juga akan mengadakan kegiatan mengundang anak-anak yatim piatu pada malam Nuzulul Qur'an.
"Kita juga akan undang anak yatim di seputaran Medan dan Aceh. Itu pada
malam Nuzulul Qur'an. Kegiatannya biasanya mendengarkan tausiah, lalu mendengae pembacaan sholawat dari para anak yatim. Lalu buka bersama bersama napi, petugas dengan anak yatim. Mereka juga dikasih tali asih, kalau tahun lalu kita undang ada sekitar 150 anak-anak," tutur Budi.
Ia mengungkapkan yang akan menjadi puncak kegiatannya adalah pada saat perayaan Idul Fitri dimana akan ada sekitar 5000-an masyarakat akan hadir di Lapas baik Napi yang berjumlah 3.300 dan keluarganya.
"Moment paling berkesan kunjungan kontak langsung antara narapidana dan keluarga, disitu juga salat id lah, kunjungan saudara, kan rame itu. Ribuan orang datang, kalau misalkan datang 2000 pengunjung, mereka sekitar 3.300 orang, kan sudah 5.000 lebih orang di dalam lapas. Itu kita antisipasi, itu yg kita persiapkan. Kalau di Idul fitri ada Takbiran, nanti ada baca quran terus sepanjang malam setelah tadarusan," tambahnya.
Budi juga menerangkan pihaknya akan mengerahkan keamanan pada saat Lebaran tersebut karena itu terbuka baik kepada narapidana muslim maupun non muslim yang ingin mendatangkan keluarganya.
"Karena keamanannya kan, secara psikologis kita jadi was-was kan dengan kejadian di Rutan Siak. Karena kalau solat id itu wajib, apapun yang terjadi, itu harus dilaksanakan. Karena kan itulah puncaknya, orang berpuasa diakhiri dengan solat id. Itu puncaknya," tegasnya.
Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN agar tidak dilakukannya pemadaman listrik yang akan berdampak besar pada banyak hal terutama pasokan air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suasana-saat-menjelang-berbuka-puasa-di-lapas-kelas-ia-tanjung-gusta-medan.jpg)