Pilpres 2019

KETUA Tim Hukum Prabowo Sebut Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator - Ini Beda Reaksi Jokowi vs Mahfud MD

KETUA Tim Hukum Prabowo Sebut Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator - Ini Beda Reaksi Jokowi vs Mahfud MD

KETUA Tim Hukum Prabowo Sebut Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator - Ini Beda Reaksi Jokowi vs Mahfud MD
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran gugatan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ke Panitera MK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (24/5/2019). #KETUA Tim Hukum Prabowo Sebut Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator - Ini Beda Reaksi Jokowi vs Mahfud MD 

KETUA Tim Hukum Prabowo Sebut Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator - Ini Beda Reaksi Jokowi vs Mahfud MD

"Apapun lembaga yang ada ini, dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah trust (kepercayaan) dari publik, jangan sampai direndahkan dilecehkan seperti itu, saya kira enggak baik," ujar Jokowi.

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menanggapi pernyataan Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) terkait Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui BW seusai menyerahkan permohonan gugatan hasil Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, meminta agar MK tak menjadi bagian dari rezim yang korup.

Selain itu BW juga meminta MK agar tak berubah menjadi 'Mahkamah Kalkulator'.

Dikutip TribunWow.com dari saluran Youtube Kompas Tv, Minggu (27/5/2019), Jokowi memberikan teguran terkait ucapan BW.

Ia mengatakan untuk jangan merendahkan sebuah institusi negara.

"Jangan senang merendahkan sebuah institusi, saya kira enggak baik," ujar Jokowi seusai menghadiri acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Jokowi kembali mengingatkan bahwa MK dibentuk oleh negara untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakatnya.

"Apapun lembaga yang ada ini, dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah trust (kepercayaan) dari publik, jangan sampai direndahkan dilecehkan seperti itu, saya kira enggak baik," ujar Jokowi.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved