Tiga Mahasiswa Unimed Ini Temukan Alat Pendeteksi Kertas Kuno, Simak Kisahnya
Mesin tersebut diberi nama Hodmach, Historycal Object Detection Machine, yang berhasil dirakit ketiga mahasiswa hampir satu tahun.
Penulis: Alija Magribi |
"Ada tiga indikator yang akan diuji mesin, pertama warna kertas, kedua tekstur dan ketiga adalah ketebalan kertas sendiri," ujar Falah.
Namun begitu hasil pendeteksian, dijelaskan Falah masih bersifat rata-rata atau perkiraan.
Lantaran, dijelaskannya bahwa Hodmach masih perlu pemutakhiran, dan perlu biaya yang lebih banyak untuk dilakukan pengembangan dengan berbagai perangkat-perangkat tambahan agar hasil dapat dinyartakan lebih valid.
"Kita juga akan dimonitori oleh UNIMED sebelum berlanjut ke penilaian yang diusung Kemenristekdikti pada Juni 2019," ujar Falah.
Terpisah Dosen Pembimbing (Doping) Ketiga mahasiswa Mustamam MT mengatakan perangkat pendeteksi kertas kuno (Hodmach) akan diuji (monitoring) pada Selasa (28/5/2019) besok di Unimed.
Monitoring tersebut dilaksanakan guna memutakhirkan Hodmach.
"Jadi Hodmach ini sudah setahun kita susun dan diajukan anak-anak. Namun pembuat Hodmach baru satu atau dua bulan dikerjakan karena kita butuh anggaran dari Nasional dalam hal ini Kemenristekdikti," ujar Mustamam.
Sambungnya, Kemenristek Dikti pun mengucurkan anggaran melalui UNIMED sebagai dukungan program kreatfitias mahasiswa. Namun begitu dikatakannya, anggaran yang dikucurkan masih tergolong kecil.
"Jadi kita semaksimal mungkin bagaimana agar mesin pendeteksi ini bisa aktif. Kita ingin mahasiswa dapat terus berkarya tanpa terbatas dengan finansial. Mudah-mudahan dukungan ke depan lebih banyak lagi," ujar Mustamam.
(cr15/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pendeteksi-kertas-yang-digagas-tiga-mahasiswa-unimed.jpg)