Unggah Hoax Remaja Tewas Ditembak Polisi, Dihapus dan Minta Maaf, Dokter Dodi Mendekam di Sel
Di akun facebooknya; Dodi bekerja di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rumah Sakit AMC Bandung, Jurusan Kedokteran Umum di Unpad.
Unggah Hoax Remaja Tewas Ditembak Polisi, Dihapus dan Minta Maaf, Dokter Dodi Mendekam di Sel
TRIBUN-MEDAN.com - Polisi menangkap seorang dokter Dodi Suardi (DS) karena diduga menyebarkan informasi hoaks tentang kerusuhan 22 Mei.
DS diduga mengunggah informasi palsu terkait kematian seorang remaja saat terjadi kerusuhan 2 Mei.
Polisi menganggap informasi tersebut sangat berbahaya dan dapat memicu kebencian tergadap institusi Polri.
Selain itu, DS mengaku hanya copas copy paste (copas) informasi yang dia terima.
Dirinya mengaku tidak melakukan cek ulang terkait kebenaran informasi tersebut.
Baca fakta lengkapnya berikut ini:
1. Terkait kematian seorang anak di kerusuhan 22 Mei
Dirkrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/5/2019) menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dugaan penyebaran berita bohong di media sosial.
DS menulis di akun Faceboknya tentang tewasnya seorang remaja saat perisitiwa 22 Mei di Jakarta.
Baca: 4 Pembunuh Bayaran Incar 4 Jenderal: Eks Kopassus Iwan, Eks Marinir Tajudin dan 2 Disersi TNI
Baca: Sepak Terjang Gories Mere yang Dituding Dalang Penangkapan Abu Bakar Baasyir dan Dr Azhari
Baca: Sosok Mayor Jenderal TNI (purn) Soenarko Diungkap, Ikut Perang di Timor-Timur hingga Perang di Aceh

Dokter Dodi Suardi diciduk Polda Jabar/Tribunjabar/Mega Nugraha
Berikut postingan yang di tulis DS.
"Malam ini Allah memanggil hamba-hamba yang di kasihinya.
Seorang remaja tanggung, menggenakan ikat pinggang berlogo osis, diantar ke posko mobile ARMII dalam kondisi bersimbah darah.
Saat diletakkan distetcher ambulans, tidak ada respon, nadi pun tidak teraba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dokter-dodi-suardi-ds.jpg)