Viral Medsos

Video Panas Seorang Bidan Desa di Jembranam Bali Tersebar, Diduga Jadi Korban Pemerasan Selingkuhan

Diduga jadi korban pemerasan selingkuhan, video panas oknum seorang bidan desa di Jembranam Bali tersebar viral.

Editor: AbdiTumanggor
ilustrasi/via surya
Beredar video syur oknum bidan desa di Bali. Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita membenarkan adanya peredaran video itu. 

Belakangan juga berkembang isu persoalan permintaan uang hingga Rp 30 juta, supaya foto itu tidak beredar luas di masyarakat.

Salah seorang warga Pekutatan, yang enggan disebut namanya, mengaku bahwa video bidan itu bikin warga heboh dan jadi perbincangan di 'warung kopi'.

Diduga video tersebut disebarkan oleh sang lelaki yang merupakan selingkuhannya.

"Kabarnya sih soal duit. Si pacar minta Rp 30 juta diberi Rp 10 juta, kurang Rp 20 juta.

Terus gimana gak tahu nyebar. Rame di sini. Sudah jadi obrolan warung kopi lah," bebernya.

Baca: Kisah Nasib Miris Sempat akan Menimpa Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Sebut Apa Salahku?

Penyebar Foto Syur Bidan di Prabumulih Ditangkap

Terpisah, Kepolisian menangkap Edodi Mandala alias Leo, pelaku penyebaran foto syur seorang bidan salah satu puskesmas di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Edodi ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu indekos di Kota Lubuk Linggau.

Dari pengakuan Edodi, dia nekad memposting foto syur bidan itu karena kecewa ajakannya untuk menikah ditolak korban.

“Pernah kecewa sebab mengajak dia nikah, menolak karena saya tidak punya uang untuk menghadap orangtuanya.

Saya lari ke Linggau karena tahu saya sudah dilaporkan,” kata Edodi saat rilis pengungkapan kasus di Mapolres Prabumulih, Senin (11/3/2019) lalu.

Edodi alias Leo harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena menyebar foto syur seorang bidan di Kota Prabumulih ke media sosial.
Edodi alias Leo harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena menyebar foto syur seorang bidan di Kota Prabumulih ke media sosial. (KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA)

Edodi mengaku sudah cukup lama berpacaran dengan bidan AY.

Edodi mengambil foto tersebut saat berhubungan badan dengan AY.

Edodi juga menipu AY dengan mengaku sebagai pegawai Kejaksaan Negeri Prabumulih saat mendekati korban.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk mengatakan, melalui penyelidikan, pihaknya mengetahui keberadaan tersangka di Lubuk Linggau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved