Lestarikan Reog Ponorogo Sumatera tanpa Mengenal Kesukuan

Jumarik menjelaskan sejarah maupun silsilah Reog Ponorogo dan Kuda Kepang, yang melewati masa yang cukup panjang

Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sebagian anggota Padepokan Turonggo Siswo Budoyo (TSB). Sanggar ini dibentuk oleh Jumarik. 

Sebagai salahsatu pusat pelestari tradisi Jawa di Kota Medan, Bety berharap apa yang mereka lakukan dapat menjadi pelajaran bagi generasi-generasi jawa pada umumnya untuk menyeimbangkan kehidupan. Baginya, menjaga warisan budaya khususnya warga beretnis Jawa adalah tanggungjawab.

Ritual Khusus Sebelum Pertunjukkan

Sebagai Ibu Sanggar bahkan sering dipanggil Ibu Negara oleh anak-anak, Bety Waty mengatakan untuk mementaskan tari-tarian Reog Ponorogo dan Kuda Kepang, banyak hal yang perlu diperhatikan selain kondisi fisik pemain. Ada ritual magis yang tak kalah penting wajib dilakukan seyogyanya tradisi Jawa pada umumnya.

Bety menguraikan ada persyaratan yang dilakukan. Untuk Reog ada sesajen masak yaitu Nasi tumpeng yang akrab dikenal Nasi Urap yang berisi Ayam Ingkung, Telur, Urap, Ikan Asin kemudian jamu kunyit, Kopi Manis, Teh Manis dan Dawet. Sesajen ini dimakan setelah sehabis mengarak Reog Ponorogo.

"Kemudian kita mainkan lagu khas kita judulnya Uri-Uri yang bercerita tentang kesenian dengan alat-alat musik kita ya," katanya.

Untuk memainkan Kuda Kepang, ada ritual khusus sebelum pertunjukkan seperti memanggil roh halus agar para pemain kemasukkan dan mampu menunjukkan aksi kekebalan. Namun di Sanggar Tunggoro Siswo Budoyo, para pemain Kuda Kepang dilarang tontonkan atraksi kekerasan seperti makan bara, makan kaca ataupun makan hewan hidup seperti Ayam dan Bebek.

"Gak boleh, kita gak mau seperti iyu dipertontonkan. Kalau mempertontonkan itu kan berbahaya untuk kesehatan pemain. Apalagi makan hewan hidup-hidup kan gak manusiawi," ujarnya.

Bety pun mengaku keberhasilan sanggar yang ia kelola bersama suaminya tak lepas dari dukungan mantan Walikota Medan Rahudman Harahap dan para donatur yang sempat menyisikan sumbangan untuk membeli berbagai perlengkapan Reog beberapa tahun yang lalu.

(cr15/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved