Anggota Dewan Desak Proses Hukum Sembilan Tersangka Korupsi Disdik Binjai

"Kejaksaan harus segera melimpahkannya ke pengadilan. Masak yang lain sudah dilimpahkan, kenapa yang ini belum. Ada apa?" cetus Rudi Alfahri.

Anggota Dewan Desak Proses Hukum Sembilan Tersangka Korupsi Disdik Binjai
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kepsek dan Guru-guru diperiksa penyidik Kejari Binjai secara maraton terkait penerimaan barang alat peraga dalam dugaan kasus korupsi alat peraga Sekolah Dasar Disdik Binjai, di Kantor Kejari Binjai, Selasa (16/10/2018). 

"Ada pembiaran yang dilakukan mereka ini. Kalau zaman dulu, kepala daerah yang menyelesaikan. Misal, kasih waktu diselesaikan dalam seminggu, atau kalau gak selesai suruh mengundurkan diri. Berani gak Idaham seperti itu bertindak? Ini kalau dah satu tubuh dah kongkalikongnya itu," katanya.

Dalam perkara korupsi ini, Kepala Seksi Intelejen Kejari Binjai, Erwin Nasution setiap kali diwawancarai selalu berdalih tidak banyak tahu, dan akan berkoordinasi dengan atasannya. Bahkan Kasi Intel yang fungsi peran sebagai humas Kejari Binjai kerap membuang tanggungjawab ke Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting.

"Waduh, datang aja jumpa sini biar jumpa sama Asep biar saya dampingi. Asep lagi di Medan, saya di kantor. Sama-sama kami duduk sini biar menjelaskan. Dia (Kasi Pidsus) di Medan sama Pak Kejari melayat. Aku baru pulang juga ini. Asepe rapat di Kejati," katanya.

Kasi Pidsus dikonfirmasi via seluler menyarankan agar perkara Ismail Ginting dikonfirmasi ke humas Kejari Binjai (Kasi Intel) atau langsung ke Kejari Binjai. Tak lama kemudian Asepte mengaku sedang berada di Medan.

"Aku di Medan, ke humas atau ke Kejari aja lah ya. Berdebar jantungku. Langsung saja sama Bapak ya, ada kan nomor handphonenya," katanya dengan nada lemas.

Diketahui tersangka DAK Disdik Binjai Tahap I, Ismail Ginting selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Disdik. Kemudian Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara.

Tahap II, yang ditetapkan tersangka yakni, Ketua Panitia Pengadaan Lelang Joni Maruli, Sekretaris Arapenta Bangun dan Anggota Hendra Sihotang. Kemudian dari Panitia Penerima Hasil Lelang yakni Olivia Agustina, Erinal Nasution dan Rosmiani merupakan Aparatur Sipil Negara di Disdik, Rahmat Soleh ASN Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Ahmad Rizal ASN Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Binjai.

Delapan tersangka dalam perkara ini tidak dilakukan penahanan, termasuk Ismail Ginting.

Pengadaan alat peraga ini dilakukan Disdik Kota Binjai yang bersumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu sebesar Rp1,2 miliar.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved