Polda Sumut Tahan Mantan General Manager PT Pelindo I yang Terlibat Kasus Korupsi Kapal Fiktif

Ia mengatakan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa aktivitas dugaan korupsi terjadi di PT Pelindo I.

Polda Sumut Tahan Mantan General Manager PT Pelindo I yang Terlibat Kasus Korupsi Kapal Fiktif
Tribun Medan/ Sofyan Akbar
Polda Sumut Tahan Mantan General Manager PT Pelindo I yang Terlibat Kasus Korupsi Kapal Fiktif. Dua tersangka tindak pidana korupsi di PT Pelindo I yang sudah diamankan Polda Sumut. 

Polda Sumut Tahan Mantan General Manager PT Pelindo I yang Terlibat Kasus Korupsi Kapal Fiktif

TRIBUN-MEDAN.com- DitKrimsus Polda Sumut mengungkap kasus korupsi di PT Pelindo I (Persero). Dari pengungkapan ini, Polda Sumut menangkap dua orang tersangka dan sudah dilakukan penahanan.

Keduanya yaitu Harianja M M selaku General Manager PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai dan Rudi Marla ST MM selaku Kepala Unit Galangan Kapal (UGK) Belawan PT Pelindo I (Persero).

"Keduanya sudah tidak bekerja di Pelindo I lagi,"kata DirKrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana, Sabtu (13/7/2019).

Ia mengatakan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa aktivitas dugaan korupsi terjadi di PT Pelindo I.

Laporan itupun, akunya, tertuang pada nomor LP/413/IV/2018/SPKT-II, tanggal 02 April 2018.

Laporan tersebut berisi adanya praktik dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pekerjaan Investasi kapal tunda bayu III PT Pelindo I tahun 2011.

Baca: Download Lagu MP3 Shawn Mendes Senorita,Terbaru Video Lagu Senorita Shawn Mendes ft Camila Cabello

Baca: Rinto Harahap, Korban Pembunuhan Abang Ipar Disebut Pernah Ajak Kakak Ipar Bercinta

Baca: Detik-detik Letda Billy Bersimbuh dan Sujud di Kaki Ibunda setelah Dilantik menjadi Perwira Karier

Baca: Taylor Swift Ditabalkan jadi Selebritas dengan Bayaran Tertinggi di Dunia, Raup Rp 2,6 Triliun

"Diduga pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan alias fiktif,"ujar orang nomor satu di DitKrimsus Polda Sumut ini.

Ia menyatakan tersangka membuat kontrak kerja dengan pekerjaan perbaikan mesin fire, mesin bantu kiri dan kanan, penggantian pipa-pipa keropos, replating dan lain-lain namun tidak dikerjakan.

Setelah dapat laporan itu, akunya, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan ditemukan ada kerugian negara didalamnya.

Baca: Penampilan Perdana Song Hye Kyo nan Rupawan Bareng Deretan Selebritas Hollywood seusai Kasus Cerai

Baca: Harimau Masuk Kampung di Desa Pagaran Bira Jae Padang Lawas, Mangsa Seekor Monyet Milik Warga

Baca: Mengenal Lebih Dekat Karen Vendela yang Dilamar Boy William, Ternyata Putri Konglomerat Indonesia

"Jadi ada dua tersangkanya. Keduanya sudah kita tahan sejak Kamis (11/7/2019) kemarin," kata mantan penyidik KPK ini.

Dari hasil penyidikan, sambung Rony, diketahui uang yang seharusnya membayar pekerjaan digunakan untuk membayar utang ke PT Sinbat Precast Teknindo di Batam sehingga pekerjaan fiktif.

"Jadi jelas, kerugian negara ada sekitar Rp1.399.563.000,"ujarnya.

Baca: Doyan Minum Teh Pagi Hari? Simak 7 Manfaatnya Mulai dari Cegah Kanker hingga Lumerkan Kolesterol

Baca: Kesal Kerap Diintip saat Bersetubuh, Tamba Nasution Habisi Nyawa Adik Iparnya Rinto Harahap

Baca: Supermodel Kimmy Jayanti Lahirkan Anak Pertamanya dengan Greg Nwokolo, Ini Arti Nama Sang Putri

Kepada tersangka, akunya, pihaknya menjerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved