Kepercayaan Publik terhadap Institusi Polri Semakin Tinggi, Terus Berbenah Melalui Program Promoter

Kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat, di antaranya dari Hasil survei

Editor: AbdiTumanggor
ANTARA FOTO/Indrianto Suwarso
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Asops Irjen Pol Martuani Sormin 

Instruksi kedua presiden, yaitu kepolisian harus mengedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis.

"Ketiga, terus tingkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah dan cepat," kata Presiden.

Keempat Polri diminta meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum serta memberikan rasa adil kepada masyarakat.

Kemudian, instruksi kelima presiden, agar Polri memperkuat koordinasi dan lembaga, TNI, kementerian dan pemerintah daerah serta masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial.

"Saya yakin Polri akan terus berkontribusi dalam membangun negara. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras serta pengabdian Polri dalam memelihara keamanan, ketertiban, menegakkan hukum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Presiden Jokowi.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di acara pembekalan Calon Perwira Remaja 2019 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di acara pembekalan Calon Perwira Remaja 2019 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019). (TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN)

Pengarahan kepada Calon Perwira Remaja

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan pengarahan kepada 781 calon perwira remaja TNI dan Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/2019).

Di materi pembekalan Tito menyinggung tentang pencegahan munculnya organisasi berpaham radikal yang bertentangan dengan Pancasila.

Menurut mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu, pencegahan bisa dengan cara memunculkan sistem Demokrasi Pancasila.

Tito menilai, Indonesia saat ini sudah mengarah kepada sistem demokrasi liberal yang sangat bebas, sehingga organisasi yang berideologi anti-Pancasila bisa berkembang.

"Sistem demokrasi ini, sudah baik. Ada fungsi check and balance dari rakyat melalui parlemen terhadap pemerintah. Tapi ada dampak buruknya juga untuk yang demokrasi liberal. Indonesia ini termasuk yang mengarah kepada demokrasi liberal. Coba lihat itu organisasi-organisasi berpaham radikal yang bertentangan dengan dasar negara, Pancasila seperti Khilafah bisa berkembang," kata Tito Karnavian.

"Kalau menurut saya pribadi, sebaiknya demokrasi Pancasila. Masa dasar negara, Pancasila yang ditemukan oleh para pendiri bangsa mau dikalahkan dengan ideologi lain, seperti khilafah," tambah Tito.

Menurut Tito, demokrasi liberal saat ini juga tak begitu berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara yang menetapkannya.

Tito menjelaskan mengenai negara-negara seperti Perancis yang mengalami pertumbuhan ekonomi stagnan.

Justru saat ini menurut Tito, pertumbuhan ekonomi negara-negara yang tak menerapkan demokrasi, cukup baik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved