Kain Kasa Tertinggal di Perut Ibu Muda Usai Operasi Caesar, Alami Pendarahan hingga 85 Hari
Dugaan malapraktik operasi caesar terjadi Rumah Sakit (RS) Asy Syifa, Tulangbawang Barat, Lampung. Kasus tersebut kini sedang diselidiki polisi
TRIBUN MEDAN.COM - Dugaan malapraktik operasi caesar terjadi Rumah Sakit (RS) Asy Syifa, Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung. Kasus tersebut kini sedang diselidiki aparat kepolisian.
Korban bernama Septina (25), warga Tulangbawang Tengah, Tubaba, melaporkan Rumah Sakit (RS) Asy Syifa ke pihak berwajib.
Ia melaporkan dugaan malapraktik setelah sebuah benda asing dikeluarkan dari dalam perutnya.
Benda asing berupa kain kasa diduga tertinggal pasca-korban menjalani operasi caesar anak pertamanya di RS Asy Syifa pada 27 Maret 2019.
Kain kasa berwarna kehijauan dan berbau menyengat itu, dikeluarkan petugas medis Poned Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah pada 20 Juni lalu. Kala itu, korban hendak memeriksakan kesehatannya.
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Tulangbawang Ipda Jefry Syaifullah mengatakan, pihaknya segera memanggil dua dokter Asy Syfa Tubaba.
Baca: Komandan TNI Bertanya ke Prajurit: Jika Kamu Pergi, Pacarmu Diambil Orang, Apa Tindakanmu?
Baca: HOTMAN Paris Menyasar Ceramah Ustaz Abdul Somad tentang Salat Berjamaah yang Mulanya Dipaksakan
Baca: Buronan Kakap Satriandi Tewas dalam Baku Tembak di Pekanbaru, Mantan Polisi jadi Bos Narkoba
Pemeriksaan dokter untuk dimintai keterangan terkait dugaan malapraktik yang dialami Septina warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba.
"Jadwalnya Jumat (26/7/2019) ini kita panggil," kata Jefry, Senin (22/7/2019).
"Selain dokter Adtya Rajasa yang melakukan tindakan caesar, kita juga akan panggil dokter bagian anestesi-nya, karena dalam operasi itu kan tim," sambung Jefry.
Jefry mengatakan, sebelumnya pada Kamis (18/7/2019) lalu, pihaknya telah memeriksa Direktur RS Asy Syfa Herry Novrizal.
Dia diajukan pertanyaan seputar tugas dan tanggung jawabnya sebagai direktur di rumah sakit tersebut.
Menurut Jefry, seusai memeriksa dokter yang menangani proses persalinan Septina, polisi segera mengagendakan pemanggilan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Bagian Pengawas Rumah Sakit (BPRS).
Dalam kasus ini, sebelumnya polisi juga telah beberapa saksi dari Puskesmas Poned Panaragan Jaya, yakni dr Rani dan Bidan Eka.
Pemanggilan saksi-saksi dari Puskesmas Poned Panaragan Jaya bertujuan mengumpulkan keterangan dan bukti bukti terkait kasus dugaan malapraktik tersebut.
Eka, tenaga medis Puskesmas Poned Panaragan Jaya yang mengeluarkan kain kasa di mulut rahim perut korban menjelaskan, dirinya dan dr Rani dimintai keterangan oleh penyidik sekitar empat jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dugaan-malapraktik-ulik-7-fakta-kain-kasa-tertinggal-di-perut-pasien-wanita-setelah-operasi-caesar.jpg)