Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan Sumut Pastikan Hewan Kurban Sumut Aman dari Penyakit
Ia juga menyampaikan secara historis Sumatera Utara bebas dari penyakit-penyakit yang membahayakan misalnya antraks.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan, Provinsi Sumatera Utara telah melakukan pengecekan terhadap hewan kurban untuk memastikan semua hewan dalam keadaan sehat.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Mulkan Harahap mengatakan selama sebulan terakhir pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Kabupaten dan Provinsi mengenai penanganan hewan kurban baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.
"Kita juga melakukan rapat-rapat koordinasi dan juga memberikan surat edaran serta surat tentang kewaspadaan penyakit hewan menular," ujarnya saat diwawancara Tribun Medan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (6/8/2019).
Penyakit yang diwaspadai antara lain penyakit zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia.
Ia mengatakan pemeriksaan terhadap hewan kurban dilakukan mulai dari tempat pembelian, di transportasi, penampungan, hingga pemotongan.
"Tujuannya semua dilakukan agar nanti hasil dari pemotongan hewan kurban ini aman dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak menimbulkan penyakit," katanya.
Pemeriksaan juga dilakukan mulai dari awal, seperti asal hewan tersebut. Jika berasal dari provinsi lain maka hewan tersebut harus disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan dan keterangan lokasi asal untuk menghidari pencurian.
"Karena wilayah Provinsi Sumatera Utara dekat dengan beberapa wilayah lainnya, pasti ada hewan dari daerah lain. Selama ini yang kita dapati umumnya dari Aceh," ujarnya.
Meski begitu secara umum kebanyakan hewan berasal dari dalam provinsi. Hal ini karena saat permintaan tinggi seperti ini harga hewan juga akan ikut meningkat.
Maka pedagang banyak yang akan menjual stok-stok hewan yang ada.
Ia juga menyampaikan secara historis Sumatera Utara bebas dari penyakit-penyakit yang membahayakan misalnya antraks.
"Antraks adalah penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Bahkan penyebab penyakit ini bisa bertahan di alam sampai 40 tahun. Secara historis kita tidak pernah menemukan penyakit antraks di Sumatera Utara," ujarnya.
Selain itu, Mulkan mengatakan Sumatera Utara juga bebas dari penyakit brucellosis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri brucella ini bisa menyebabkan keguguran jika menyebar ke manusia.
"Menurut Permentan nomor 114 tahun 2014 tentang hewan kurban seluruh Kabupaten/Kota wajib melaksanakan sosialisasi bagaimana pengawan hewan kurban dan sosialisasi ini tetap berjalan sampai sekarang," imbuhnya.
Mulkan mengatakan bagi masyarakat yang ingin memilih hewan kurban harus memperhatikan kondisi kesehatan hewan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/31072019_permintaan_sapi_kurban_meningkat_danil_siregar-3.jpg)