Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan Sumut Pastikan Hewan Kurban Sumut Aman dari Penyakit
Ia juga menyampaikan secara historis Sumatera Utara bebas dari penyakit-penyakit yang membahayakan misalnya antraks.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pekerja memberi pakan di salah satu peternakan sapi di Jalan Avros, Medan, Rabu (31/7/2019). Menurut pedagang permintaan sapi untuk kurban meningkat jelang Idul Adha, dan mengalami kenaikan harga dari harga normal.
"Kemudian umurnya harus cukup. Untuk sapi atau kerbau harus lebih dari 2 tahun ditandai dengan adanya sepasang gigi tetap. Sedangkan kambing atau domba berumur lebih dari satu tahun dibutikan dengan sepasang gigi tetap juga," jelasnya.
Secara fisik, hewan yang akan dikurbankan harus lengkap, tidak boleh cacat dan pincang. Hewan yang ditindik juga tidak bisa dikurbankan, ekornya juga tak boleh putus.
"Tapi tidak cukup sampai disitu karena ada penyakit yang tidak tampak secara klinis. Maka ada tim pengawasan di provinsi dan kabupaten/kota yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik yang langsung dibawah pengawasan dokter hewan berwenang," pungkasnya
(cr18/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/31072019_permintaan_sapi_kurban_meningkat_danil_siregar-3.jpg)