Ini Keistimewaan jadi Driver Prioritas yang Bikin Iri Driver Lain, Mendapatkannya Susah Minta Ampun

Jadi, gagu dalam hal ini adalah akun driver membisu seolah tidak aktif padahal pengemudi selalu stand by untuk mendapatkan order.

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN / M Andimaz Kahfi
Ini Keistimewaan jadi Driver Prioritas yang Bikin Iri Driver Lain, Mendapatkannya Susah Minta Ampun. Suasana unjuk rasa yang dilakukan oleh para driver Gojek, menentang kebijakan order prioritas yang membuat rugi sebagian besar driver. 

Dalam orasinya, massa juga meneriaki Aditya untuk menjumpai mereka. Setelah beberapa lama berorasi, Aditya mau menjumpai massa pendemo.

Baca: Punya Tubuh Menjulang Paskibraka Asal Sumut Arya Juna Fathan Pengin jadi Danpok 8 atau Pembentang

Baca: TERUNGKAP Briptu Heidar Bongkar 11 Kasus Kriminal KKB dan Pernyataan Sikap KKB Lekagak Telenggen

Dari atas mobil komando, dia berjanji akan memperbaiki sistem yang membuat kapok para driver menarik ojek.

"Kita sudah mediasi beberapa kali. Kami minta tiga hari untuk membenahi sistem," kata Aditya.

Baca: Gebrakan Terbaru Dewi Tanjung, Laporkan Akun yang Berkicau Kongres PDIP Bawa Berkah bagi PSK Bali

Baca: Detik-detik Jambret Diamuk Massa setelah Kedapatan Ambil Ponsel Seorang Wanita

Sampai saat ini, massa masih bertahan di depan kantor Gojek.

Mereka menuntut manajemen untuk membuat pernyataan tertulis atas janji memperbaiki sistem tersebut.

Terkait tudingan adanya pembodohan terhadap mitra, Tribun Medan mencoba konfirmasi kepada pihak Gojek, melalui sambungan seluler, Humas Gojek, Andri mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan selama ini jika dilihat tidak ada sesuatu yang salah.

"Karena kebijakan Gojek sejauh ini selalu konsisten.

Dan kebijakan itu bukan dari kota per kota, namun kebijakan yang berlaku di Gojek itu ditetapkan dari pusat dan diterapkan ke daerah-daerah," ujarnya.

Para pengemudi ojek online melakukan aksi di depan kantor Gojek Medan, Selasa (13/8/2019).
Para pengemudi ojek online melakukan aksi di depan kantor Gojek Medan, Selasa (13/8/2019). (TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

Saat disinggung terkait tudingan yang disampaikan para pengemudi ojek online saat orasi di mana mengatakan untuk menolak pimpinan di Kota Medan, Andri menjelaskan bahwa tudingan tersebut tidak relevan.

"Saya rasa tidak relevan jika ada tudingan pimpinan di Kota Medan tidak becus.

Ya kami sangat menyayangkan karena adanya tudingan hal tersebut, apa lagi adanya ucapan pembodohan terhadap mitra," jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Andri, tapi namanya orang lagi demo, apapun bisa keluar dari situ.

"Kami menyayangkan kenapa ada aksi demo padahal kami selalu rutin melaksanakan kopdar yang dilakukan dua minggu sekali.

Karena dari kopdar tersebut, begitu banyak aspirasi-aspirasi pengemudi yang kami tampung," ucapnya.

"Kalau orang berdemo itu, ketika kita tidak ada tempat penyalur aspirasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved