KKB Papua Tewaskan Brigadir Hedar - Ini Permintaan Sang Bunda, Berkaitan dengan Bripka Alfonso Wakum

KKB Papua Tewaskan Brigadir Hedar - Ini Permintaan Sang Bunda, Berkaitan dengan Bripka Alfonso Wakum

KKB Papua Tewaskan Brigadir Hedar - Ini Permintaan Sang Bunda, Berkaitan dengan Bripka Alfonso Wakum
Facebook/Deffrian
Brigadir Anumerta Hedar yang ditemukan tewas setelah sempat disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019). (Facebook/Deffrian) 

KKB Papua Tewaskan Brigadir Hedar - Ini Permintaan Sang Bunda, Berkaitan dengan Bripka Alfonso Wakum

"Tim gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran. Wilayahnya cukup luas dan kondisi geografinya cukup ekstrem di sana," kata Brigjen Dedi.

TRIBUN-MEDAN.com - Brigadir (Pol) Anumerta Hedar tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat bersama rekannya, Brigadir (Pol) Kepala Alfonso Wakum di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (14/8/2019), Ibunda Brigadir Hedar (sebelumnya ditulis Heidar), Nurhaeda, mencurigai bagaimana Bripka Alfonso Wakum yang sedang bersama Brigadir Hedar bisa selamat dari ancaman KKB.

"Yang menjadi pertanyaan, anak saya tewas, kenapa rekannya berhasil selamat?" ujar Nurhaeda di rumah duka di Kecamatan Barru, Sulawesi Selatan, Selasa (13/8/2019).

"Polri jangan hanya mencari pelaku pembunuhan, namun rekan anak saya juga harus diperiksa," pinta Nurhaeda.

Nurhaeda menyebut Brigadir Hedar tahu banyak tentang KKB di Papua, sehingga heran bagaimana bisa putranya itu terbunuh di tangan KKB.

Nurhaeda mengaku pernah mendengar cerita Brigadir Hedar dari paman-pamannya di Papua.

"Anak saya banyak tahu tentang KKB, hal itu pernah diceritakan sebagian kepada saya. Namun yang banyak tahu dari cerita Hedar tentang KKB di Papua, adalah paman-paman Hedar," kata Nurhaeda.

Pada hari di mana Brigadir Hedar tewas tertembak KKB, Nurhaeda sempat berusaha menghubunginya dan ponselnya juga masih aktif meski tak tersambung.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved