Monumen Parisang-Isang Sahorbangan Di Parsosoran
Parisang-Isang Sahorbangan adalah moyang pertama dari marga Ritonga. Berdasarkan kisah sejarahnya ia merupakan putra ketiga dari keturunan Toga
Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 17-18 September 2016, Pahompu, penerus Ritonga sebanyak 16 orang, antara lain turut H Ihwan Ritonga, SE, Sekjen PRDB (Wakil Ketua DPRD Medan), AKP Massa Amri Ritonga, SH, H. Pardjuangan Ritonga, SH, Domuan Ritonga, SIP, dan lain-lain, berkunjung (ziarah sekaligus berwisata) ke Monumen Parisang-Isang Sahorbangan di Parsosoran.
Kunjungan ini memang bukan merupakan program atas nama Parsadaan, melainkan inisiatif Kahanggi/Anakboru. Rombongan pahompu, cucu, cicit, Pahompu Ni Tambihul, dan seterusnya dari Parisang-Isang Sahorbangan, yang hingga saat ini sudah sampai ke 18 (delapan belas) bahkan ke 19 (Sembilan belas) generasi, dibawah Tugu merasa haru bercampur bangga, namun terenyuh mencuat kembali dalam pikiran.
Kenapa? karena sudah 22 (dua puluh dua) tahun, kelihatannya Monumen “Ompung” (baca: Oppung) kita tercinta itu seakan tak terawat. Ini menunjukkan, mungkin tidak banyak/jarang penerusnya yang datang ke tempat itu.
Perhatian Lebih Khusus
Tidak begitu penting pada kesempatan ini mengulas sejarah pembangunan monumen tersebut. Namun sewajarnya yang perlu adalah untuk menaruh perhatian khusus, untuk menunjukkan penghargaan terhadap leluhur kita.
Disana, masih ada terlihat pertanda, bukti, dan situasi lokasi yang menunjukkan kekuasaan Parisang-Isang Sahorbangan. Pohon-pohon seperti Beringin (Haruaya), Durian, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan Beringin/Haruaya ni Ritonga, Durian Ritonga. Yang paling menarik adalah Mual (Mata Air) Ritonga yang selalu tidak terlepas dari perhatian keluarga Ritonga yang berkunjung kesana.
Selain perlu diperbaiki dan/atau ditingkatkan monumentnya, mengenai keberadaan lokasi tersebut akan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas lainnya, seperti perlunya tempat singgah (istirahat) berupa pondok khas dengan ornament Lambang Parsadaan.
Dan akan lebih menarik lagi apabila di-design, dibangun jalan, bertangga menurun menuju tempat Mual Ritonga, tempat pemandian/pengambilan air Ompung Parisang-Isang Sahorbangan dan Keluarganya.
Tempat-tempat peninggalan itu patut ditata dengan rapi dan baik yang akan bermanfaat sekaligus menjadi bukti adanya upaya bersama dalam rangka melestarikan sejarah secara berkelanjutan. Maka alangkah baiknya menjadi perhatian serius, karena memang sudah saatnya kita harus memperbaikinya.
Rencana usulan perlunya menaikkan/menambah ketinggian khusus Bangunan Utama Monumen, agar lebih harmonis, seimbang dengan rencana rehabilitasi pelataran, pagar dan keadaan sekelilingnya.
Bagaimanapun tidak bisa diremehkan bahwa disebabkan disekitar lokasi, masyarakat sudah mengembangkan tanaman Rambung (Karet: Havea) dimana dalam waktu tiga-empat tahun kedepan ini, monumen kita itu akan terlindungi (tidak kelihatan) lagi karena tanaman-tanaman dimaksud.
Untuk itu, disarankan kepada seluruh Keluarga Besar Parsadaan Ritonga Dohot Boruna (PRDB), marilah kita padukan pikiran dan tenaga untuk melestarikan Monumen Sejarah kita tersebut. Kita telah menyebar, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dimana-mana di luar negeri, seperti Jepang, Tiongkok, Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan lain-lain dengan berbagai keberhasilan.
Karena rencana ini adalah rehab dan sebagian tambahan untuk kesempurnaan, maka tidaklah lagi mesti menunggu hasil Munas. Dan seiringlah kiranya, sesuai dengan yang penulis ucapkan pada acara Peresmian Monumen, giliran mempersilahkan Ketua Umum PRDB untuk memberikan kata sambutan.
“Kepada Ketua Umum Parsadaan Ritonga Dohot Boruna Sedunia, waktu dan tempat disediakan!!!,” ucap Syamsul Bahri Ritonga Glr Sutan Humala Muda yang bertindak sebagai protokol pada acara tersebut.
Hadirin menyambutnya dengan “Geeeerrr”, tepuk riuh, hiruk pikuk, senang menyaksikan Drs Pener Ritonga lengkap dengan jas dan pecinya, dengan tenang, percaya diri, tapi gagah, naik ke mimbar yang dihiasi dengan gaba-gaba/bunga daun kelapa muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/monumen-ompu-parsadaan-ritonga-dohot-boruna.jpg)