Kronologi Pimpinan Laundry Bunuh dan Bakar Jenazah Selingkuhan Selama 3 Hari, Dihukum Seumur Hidup

Kasus pembunuhan dan pembakaran jenazah selingkuhan menggegerkan Singapura. Pelaku dihukum seumur hidup

Kronologi Pimpinan Laundry Bunuh dan Bakar Jenazah Selingkuhan Selama 3 Hari, Dihukum Seumur Hidup
Shin Min Daily News/Today Online
Leslie Khoo Kwee Hock, terdakwa pembunuhan terhadap selingkuhannya Cui Yajie (kanan) 

Ini adalah kasus kedua dalam sejarah hukum Singapura sejak 1966, pelaku dihukum karena pembunuhan tanpa adanya bukti mayat.

Pria yang sudah menikah ini banyak berbihong selama hubungan mereka yang kemudian menjadi motif untuk mengakhiri hidup kekasihnya.

Kepada sang kekasih, Khoo mengaku masih lajang dan bahwa dia memiliki perusahaan binatu atau laundry tempat dia bekerja.

Dia juga menipu Cui untuk memberinya Sin $ 20.000 atau sekitar Rp 200 juta yang dia klaim akan digunakan untuk “investasi emas”.

Penuntutan yang dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung Hri Kumar Nair telah meminta hukuman seumur hidup bagi Khoo, menulis dalam dakwaan "penghilangan absolut atas mayat ... memberi gambaran kebiadaban atau kebrutalan serangan oleh pelaku".

Hakim Audrey Lim tidak memvonisnya hukuman maksimal, yakni hukuman mati, karena tidak ada bukti pria itu melakukan tindakan brutal terhadap korban atau sengaja untuk membunuh orang lain.

Baca: Jokowi Pastikan Pemerintah Menjaga Kehormatan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua dan Papua Barat

Baca: INI 5 Tanda Lahir Pembawa Keberuntungan, Pemilik Tahi Lalat di Hidung Selalu Beruntung dan Makmur

Hakim Lim berkesimpulan bahwa Khoo membunuh Cui  dengan motif untuk membebaskan diri dari tekanan keuangan dan ancaman yang diajukan korban kepadanya.

Khoo membunuh korban setelah terjadi pertengkaran keduanya di dalam mobil BMW milikny di Gardens by the Bay, karena korban mengancam akan mengungkapkan kebohongannya kepada bosnya.

Dalam kesaksiannya, Khoo mengaku dalam kondisi panik dan bingung pada saat itu, namun hakim Lim mengatakan bahwa dia tidak kehilangan kendali saat meraih lehernya dan mencekiknya.

Namun demikian, dia mengatakan pada hari Senin bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Khoo telah berencana untuk membunuh Cui hari itu.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved