RE Nainggolan Minta Kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) Tidak Sampai ke Ranah Hukum

Kita memahami ini menimbulkan keresahan. Kita juga prihatin, tentu saja, karena sedikit banyak telah memancing kegaduhan dan kontroversi

YouTube Humas Sumut
RE Nainggolan Minta Kasus Ustad Abdul Somad (UAS) Tidak Sampai ke Ranah Hukum. Ustaz Abdul Somad bertemu Edy Rahmayadi. 

"Energi kita benar-benar terkuras, tetapi hal-hal seperti ini selalu saja kembali memancing kita untuk reaktif.

Saya kira, mari kita kedepankan kearifan dan kebesaran hati.

Jadilah pengikut Kristus yang sejati, yang senantiasa mengedepankan kasih dan pengampunan," kata RE Nainggolan.

Menurut pria yang pernah menjadi Ketua Umum Perayaan 50 tahun Dewan Gereja-gereja Asia dan Jubileum 150 Tahun HKBP ini semua pihak harus melakukan upaya terbaik untuk menghapuskan pasal-pasal karet penodaan agama ini.

Baca: BERITA ORANG HILANG: Muharis Sudah Hilang dari Panti Rehabilitasi Seminggu, Ini Harapan Keluarga

Baca: Sorong Memanas Lagi, Wali Kota Dilempari, Mobil Dinas Dirusak, Kantor Satpol PP juga Dirusak

Baca: Driver Ojek Online Waswas, Milih Cancel Order karena Begal Semakin Marak di Medan

"Ini menjadi duri dalam daging, penghambat langkah kita untuk terus maju sebagai bangsa, unggul dalam SDM, teladan dalam peradaban dunia," kata RE Nainggolan.

Di sisi lain, RE Nainggolan yang pernah didaulat sebagai tokoh lintas beragama itu juga mengingatkan agar semua pihak, terutama figur publik, para key opinion leaders, lebih berhati-hati dan arif dalam mengeluarkan pernyataan.

Baca: Tiga Mahasiswa USU Ciptakan Komposter Pintar, Mudahkan Pembuatan Pupuk Kompos

Baca: Polda Tahan Bos PT Rian Makmur Jaya Terkait Kasus Dugan Korupsi Sirkuit Atletik

Baca: Arif Budiman Ginting Doyan Curi Pikap dan Simpan Mobil-mobil Curiannya di Ladang Sawit

"Kita hidup di sebuah era tanpa batas dan sekat. Kini batas antara ruang privat dan publik sudah semakin kabur.

Di semua tempat kamera-kamera ponsel siaga merekam apa pun ucapan dan perbuatan kita, dan dalam sekejap, bisa saja menjadi konten yang tersebar luas," kata RE Nainggolan.

Ketika ditanya, apakah semua kegaduhan ini merupakan sebuah grand design yang ingin mengacaukan kerukunan bangsa, RE Nainggolan tidak mau berandai-andai.

"Itu asumsi dan spekulasi. Faktanya, hal-hal semacam ini masih terus kita hadapi, dan oleh karenanya semua pihak harus tetap waspada, mengedepankan prasangka baik, demi terjaganya tenun kebangsaan kita," kata RE Nainggolan.

Baca: Dilantik 9 September, Anggota DPRD Asahan Terpilih Tak Dapat Pin Emas

Baca: Sempat Takluk dari Jabar, Tim Basket Putra 3x3 Sumut Lolos ke PON 2020, Tim Putri Gagal

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved