Jimmy Harefa, Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, 2 Saksi Diperiksa

Jimmy Harefa ditemukan tak bernyawa dan berlumuran darah di tempat tidur di dalam rumahnya, di Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Jimmy Harefa, Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, 2 Saksi Diperiksa
facebook
Jimmy Harefa, Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, 2 Saksi Diperiksa . Jimmy Harefa (16) semasa hidup. 

Jimmy Harefa, Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, 2 Saksi Diperiksa 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas dugaan tewasnya seorang remaja bernama Jimmy Harefa (16).

Jimmy Harefa (16) diketahui merupakan anak kedua dari mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nias Utara.

Jimmy Harefa ditemukan tak bernyawa dan berlumuran darah di tempat tidur di dalam rumahnya, di Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun ditemukan luka menganga di bagian belakang kepala Jimmy Harefa.  

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, yang ditemui Rabu (21/8/2019) malam menjelaskan, polisi terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan sedang melakukan olah TKP.

"Tim sedang oleh TKP dan telah memeriksa 2 orang saksi," kata Kapolres.

Salah seorang rekan korban, Bram Gulo mengaku mendapat informasi bahwa di rumah temannya ramai orang dan langsung menuju rumah korban.

"Tadi saya dapat info bahwa dia (korban) tewas, makanya saya langsung ke mari," jawab Bram Gulo, di lokasi kejadian, Rabu Malam (21/8/2019).

Dia mengatakan, korban Jimmy Harefa hari itu tidak berangkat ke sekolah.

Tetapi, ia tidak tahu penyebabnya.

Bram berharap polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku serta menjebloskan pelaku ke penjara sesuai perbuatannya.

Jimmy Harefa, Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, 2 Saksi Diperiksa 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siswa SMA Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah"
Penulis : Kontributor Nias, Hendrik Yanto Halawa

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved