Cerita Pria yang Korban Pemerasan Wanita di Lokasi Pijat Plus-plus hingga Sepeda Motornya Digadaikan

Tiga pria menjadi korban pemerasan dengan motif pijat plus-plus di Kota Medan

Cerita Pria yang Korban Pemerasan Wanita di Lokasi Pijat Plus-plus hingga Sepeda Motornya Digadaikan
Screenshot
Pijat Plus-plus 

"Setelah sampai di kos, saya dikusuk seorang wanita, usai dari itu tiba-tiba masuk laki-laki dan perempuan itu minta uang sebanyak Rp 700 ribu.

Karena saya tidak ada uang, teman laki-laki wanita itu memberi solusi gadai sepeda motor saya di salah satu tempat.

Kereta Honda Vario saya digadai seharga Rp 1 juta, namun pelaku mengambil uang Rp 600 dan sisanya ditukar sabu.

Sementara saya diberi uang Rp 50 ribu untuk naik becak pulang ke kos," ungkap pria berkepala plontos ini.

Baca: Kronologi Sang Ayah Bopong Jenazah Anaknya Jalan Kaki saat Ditolak Pakai Ambulans Puskesmas

Baca: Mayor Inf NH Irianto dan 4 Anggotanya Diskors terkait Ujaran Rasis pada Mahasiswa Papua

Baca: Ponsel Driver Ojek Online Dijambret Begundal Jalanan, Patah Tulang setelah Ditendang Pelaku

Namun, lanjut W, karena dirinya malu dengan masalah yang dihadapinya.

Ia pun mengatakan tidak membuat laporan melainkan menebus sepeda motornya.

"Saya malu, jadi orang tua saya memutuskan untuk menebus sepeda motor saya saja.

Begitu kejadian saya alami," jelas pria perantauan ini.

Tidak hanya W, namun serupa juga dialami L, yang juga menjadi korban pemerasan dengan motif kusuk plus-plus.

L mengatakan bahwa awalnya ia kenal dari aplikasi Michat.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved