Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar Buka Gerakan Nasional Gemar Membaca

Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019

Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar Buka Gerakan Nasional Gemar Membaca
TRIBUN MEDAN/HO
Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (23/8/2019). 

Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar Buka Gerakan Nasional Gemar Membaca

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, LUBUKPAKAM - Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (23/8/2019).

Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca ini merupakan program nasional sebagai implementasi dari revolusi mental melalui mobilisasi pengetahuan, dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat Indonesia.

Pembukaan gerakan gemar membaca di Kabupaten Deliserdang ini dihadiri oleh Inspektur Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Darmadi SIP,MM, Anggota DPR RI Komisi X, Dr Sofyan Tan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Utara, Ir Halen Purba MM, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Deliserdang, Ridwan Said Siregar, dan segenap pegiat literasi se-Kabupaten Deliserdang.

Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (23/8/2019).
Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (23/8/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Dalam sambutan Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar, mengatakan budaya membaca buku di sebagian kalangan masyarakat belumlah sepenuhnya menjadi sesuatu yang menjadi kebiasaan atau menjadi budaya. Hal ini mungkin disebabkan sebagian masyarakat lebih disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan pokok, sehingga membaca belumlah dianggap sebagai kebutuhan penting dan utama.

Teknologi digitalisasi, kata Wabup, banyak menggantikan peran buku. Tak heran, jika budaya membaca buku saat ini mulai ditinggalkan. Terlebih, dengan hadirnya permainan dalam gadget, membuat anak-anak lebih gemar bermain game daripada membaca buku. "Tentu ini menjadi keprihatinan. Padahal anak-anak adalah modal, anak-anak adalah aset, harta kita yang kita miliki adalah anak-anak," tuturnya.

Sebab itu, melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca, HM Ali Yusuf Siregar mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk kembali menggalakkan budaya membaca buku. "Saya mengajak masyarakat untuk membaca. Dari lingkungan terkecil, keluarga di rumah, sekolah, kantor dan di berbagai kesempatan yang ada," tutur Wabup.

Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (23/8/2019).
Wakil Bupati Deliserdang, HM. Ali Yusuf Siregar, membuka safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Tahun 2019 dengan tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” di aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (23/8/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Labih lanjut, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Deliserdang ini mengungkapkan bahwa membaca buku amat sangat penting dilakukan. Bahkan menjadi kebutuhan primer. Mengingat, tingginya persaingan dalam kehidupan global masa mendatang, membuat anak-anak dituntut untuk mengusai berbagai disiplin ilmu. Ia menaruh harapan besar kepada anak-anak Kabupaten Deliserdang, supaya bisa pintar dan cerdas, dapat mengangkat derajat dan mutu sumber daya manusia kita yang ada di daerah ini serta mampu berkiprah dikancah nasional, ungkapnya.

Untuk menggalakkan literasi dan minat baca anak-anak, secara khusus, Wabup meminta kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Deliserdang untuk meningkatkan mutu buku bacaan dan sarana prasarana yang ada. "Saya minta Dinas Perpustakaan terus ditingkatkan. Membuat tempat baca nyaman. Kalau bisa perpustakan bisa jadi rumah kedua, untuk mendapatkan ilmu," terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Ir Halen Purba, tujuan transformasi perpustakaan adalah untuk meningkatkan literasi informasi berbasis TIK, danmeningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat yang trpelajar, berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing dan mandiri.ucapnya

Sementara itu, Inspektur Perpusnas RI, Darmadi SIP,MM, mengatakan, "berdasarkan survei antusiasme masyarakat Indonesia dalam membaca dan literasi masih cukup tinggi. Akan tetapi kenyataan di lapangan justru sangat rendah. Hal ini, kata Darmadi, karena budaya masyarakat Indonesia masih suka ngobrol dan bermain gadget dari pada membaca. Itu yang membuat fakta minat baca dilapangkan rendah," ungkapnya.

Untuk mendorong peran perpustakaan dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat adalah dengan pendekatan inklusif kepada masyarakat melalui perpustakaan sehingga perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh solusi, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Sebab itu, Perpustakan Nasional Republik Indonesia, menurut Darmadi, memiliki berbagai macam program untuk mendorong minat baca masyarakat. Di antaranya safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang digalakkan di seratus daerah di seluruh Indonesia. "Kami juga ada program pojok baca, digital library, dan mobil library keliling. Harapannya supaya minat baca masyarakat tumbuh secara alami," harap Darmadi.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved