Unjuk Rasa Lagi soal Arsyad Lubis dan Haris Lubis, Pelantang Suara Pengunjukrasa 'Dirusak' Satpol PP

Belasan pemuda ini datang dengan menggunakan sepeda motor sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman

Unjuk Rasa Lagi soal Arsyad Lubis dan Haris Lubis, Pelantang Suara Pengunjukrasa 'Dirusak' Satpol PP
TRIBUN MEDAN/HO
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAM-AKSI) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Pelantang suara atau pengeras suara (TOA) milik pengunjukrasa di rusak oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) saat menyampaikan aspirasi. Hingga sempat cek-cok dengan petugas Satpol-PP.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (ALAM-AKSI) berunjukrasa kembali di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (3/9/2019).

Dalam aksinya mereka menuntut Gubernur Sumut segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis dan Kepala Dinas Perhubungan Sumut Haris Lubis, karena diduga terlibat korupsi.

Belasan pemuda ini datang dengan menggunakan sepeda motor sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman kepada pemerintah karena tidak berani melakukan perbuatan kepada para pejabat korup.

Saat menyampaikan aksi, terlihat puluhan Satpol-PP Sumut dan aparat kepolisian sudah berjaga untuk mengamankan jalannya aksi tuntutan kepada pemerintah.

Namun, saat hendak akan menyampaikan aspirasinya Pelantang suara milik mereka dirusak oleh Satpol-PP Sumut.

Ketua ALAM-AKSI Eka Armada mengatakan, sengaja mengantungkan TOA tersebut di pagar, agar pejabat di dalam kantor mendengarkannya dan mau keluar untuk bertemu.

Tetapi, pada saat pengeras suara merek digantungkan di pagar, tiba-tiba kendaraan bermotor milik Pemprov Sumut masuk dan harus membuka pagar dengan lebar. Tanpa sengaja, TOA milik mereka terjatuh karena membuka pagar tersebut.

"Kami menggantungkan TOA di pagar, tiba-tiba ada datang mobil yang mau masuk. Satpol-PP berlarian untuk membuka pagar," ujarnya.

Eka mengatakan, para Satpol-PP membuka pagar secara paksa. Padahal, sebelumnya Eka sudah mengatakan, untuk tidak membuka secara paksa pagar tersebut, karena pengeras suara tergantung.

Halaman
1234
Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved