Putri Raja Salman, Hassa Binti Salman Divonis 10 Bulan Penjara di Pengadilan Perancis

hukuman penjara 10 bulan yang ditangguhkan kepada putri Raja Arab Saudi atas kasus pemukulan terhadap seorang pekerja.

Putri Raja Salman, Hassa Binti Salman Divonis 10 Bulan Penjara di Pengadilan Perancis
ISTIMEWA
Putri Raja Salman bin Abdulaziz, Hassa binti Salman (insert). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pengadilan Perancis menjatuhkan hukuman penjara 10 bulan yang ditangguhkan kepada putri Raja Arab Saudi atas kasus pemukulan terhadap seorang pekerja.

Putri Raja Salman bin Abdulaziz, Hassa binti Salman, dinyatakan oleh pengadilan bersalah karena telah memerintahkan pengawalnya untuk memukul seorang pekerja yang dipanggil untuk memperbaiki apartemen mewahnya di Paris, pada 2016 silam.

Lakukan Hal ini Kepada Pekerjanya, Putri Raja Salman Dijatuhi Hukuman Penjara 10 Bulan
Putri Hassa binti Salman. |DW/Getty Images

Hassa, yang juga adalah saudara perempuan dari Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman itu diadili secara in absentia atau tanpa hadir di persidangan.

Putri Hassa telah menjadi target surat perintah penangkapan sejak Desember 2017.

Dia juga diperintahkan oleh pengadilan Paris untuk membayar denda sebesar 10.000 euro (sekitar Rp 154 juta).

Putri Hassa tidak pernah hadir di persidangan, yang telah dimulai digelar sejak Juli lalu.

Dilansir AFP, hukuman yang dijatuhkan kepada Putri Hassa tersebut lebih berat daripada yang diajukan oleh jaksa penuntut, yakni enam bulan penjara yang ditangguhkan dan denda sebesar 5.000 euro (sekitar Rp 77 juta).

Hussa Binti Salman
Putri Hassa binti Salman saat kecil

Kasus pemukulan seorang pekerja yang menyeret nama Putri Hassa tersebut terjadi pada September 2016.

Saat itu, korban yang bernama Ashraf Eid, yang merupakan seorang tukang, dipanggil ke kediaman Putri Hassa di Avenue Foch, Paris, untuk memperbaiki wastafel.

Dalam prosesnya, Eid mengambil gambar bagian dalam kediaman Putri Hassa menggunakan kamera, yang dikatakannya diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved