220 Personel Gabungan Diterjunkan ke Sei Kepayang untuk Memantau Titik Api yang Sudah Padam

Seluruh personel itu akan diberangkatkan menuju Pasar 20, Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang untuk melakukan penyemprotan air ke lahan gambut

Tayang:
TRIBUN MEDAN /Mustaqim Indra Jaya
220 Personel Gabungan Diterjunkan ke Sei Kepayang untuk Memantau Titik Api yang Sudah Padam. Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu memimpin apel gabungan di halaman Mapolres Asahan, Selasa (24/9/2019). Sebanyak 220 personel gabungan diturunkan ke Pasar 20, Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan untuk menyemprotkan air ke lahan gambut yang sempat terbakar. 

220 Personel Gabungan Diterjunkan ke Sei Kepayang untuk Memantau Titik Api yang Sudah Padam

TRIBUN-MEDAN.com-220 Personel Gabungan Diterjunkan ke Sei Kepayang untuk Memantau Titik Api yang Sudah Padam.

Sebanyak 220 personel gabungan dari TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, BPBD Asahan serta Sat Pol PP pada Selasa (24/9/2019) melaksanakan apel di halaman Mapolres Asahan.

Seluruh personel itu akan diberangkatkan menuju Pasar 20, Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang untuk melakukan penyemprotan air ke lahan gambut seluas puluhan hektar yang sempat terbakar sejak Jumat (20/9/2019) lalu.

"Ya, ada 220 personel gabungan. Para petugas ini diturunkan untuk mengantisipasi kalau-kalau ada kemunculan api lagi," kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, Selasa (24/5/2019).

Faisal menyebutkan bahwa sebenarnya api sudah berhasil dipadamkan pada Senin (23/9/2019) kemarin. Namun, penugasan ratusan personel gabungan ini untuk memastikan asap tidak lagi keluar dari bawah lahan gambut.

Sebab, menurutnya bila asap tetap ada, maka dikhawatirkan akan memicu timbulnya kembali api di lahan gambut tersebut.

Baca: Aparatur Kelurahan Harus Jadi Pelayan Masyarakat

Baca: KERUSUHAN di Wamena Papua Dilihat dari Pesawat, Banyak Titip Api, Asap Hitam Membumbung Tinggi. .

Baca: Kapolrestabes Medan Pantau Persiapan Pengamanan Demo di DPRD Sumut, Siagakan Water Canon

Baca: Penjualan di Festival Kuliner Kota Medan 2019 Tembus Rp 1 Miliar Lebih

"Api sudah padam, titik hot spot di Sei Kepayang juga sudah hilang. Jadi ini hanya memastikan harus tidak ada ada lagi asap, biar api tidak muncul lagi," ujar mantan Kapolres Nisel itu.

Baca: Promo Gratis Menginap Satu Malam Khusus Member TFC

Baca: Lebih 1.000 Orang Warga Medan Jadi Pendonor Darah Setiap Bulannya

Baca: Inilah Sosok Ketua BEM UI yang Berani Sebut Dewan Pengkhianat Rakyat di Depan Masinton Pasaribu Cs

Faisal pun menjelaskan personel gabungan ini akan selalu bersiaga apabila ditemukan lagi kemunculan titik hot spot di wilayah lain yang ada di Kabupaten Asahan.

Baca: Eldin: Harhubnas Momentum Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas Tertib dan Patuh

Baca: Rinto Harahap Ditangkap saat Santai di Rumah Tetangga, Diciduk setelah 2 Pekan Copet Boru Limbong

Baca: Graha Soeltan Hotel, Pilihan Menginap di Serdang Bedagai

"Ini juga untuk kesiapan personel di Asahan, bila ada titik api di daerah lain di Asahan," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved