Sosok Pratu Gilang Prajurit TNI yang Alami Kebutaan Usai Terpapar Debu Erupsi Gunung Sinabung
Pratu Gilang Al Fajar mengalami kebutaan di kedua matanya akibat dari bencana alam erupsi Gunung Sinabung
Penulis: Alija Magribi |
"Setelah saya sadar, saya sudah lumpuh, tidak bisa berbicara dan tidak bisa melihat.
Dokter pun memvonis saya keracunan debu vulkanik yang menyerang ke seluruh syaraf saya," ujar Gilang.
Di kesempatan yang sama, istri Gilang, Wulandari menyampaikan saat ini berbagai upaya telah dilakukan keluarga maupun keluarga besar Kodam I/BB, termasuk membawa Gilang ke Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu.
Wulandari mengatakan upaya mengembalikan penglihatan Gilang dengan operasi tidak bisa.
Bola mata Gilang dalam keadaan bagus. Justru penyebabnya adalah pada syaraf matanya.
"Syarafnya yang sudah pucat, pak.
Kalau berobat di beberapa rumah sakit sampai ke Kuala Lumpur hasilnya sama.
Syaraf matanya sudah pucat.
Dari para dokter bilang hanya mukjizat dari Allah saja, pak.
Wulandari pun mengaku sudah seminggu ini dirinya dan keluarga mencoba berobat akupuntur. Ia berharap pengobatan dengan cara berbeda memberikan hasil terbaik untuk suami yang dicintainya itu.
Ia berharap agar perjuangan yang ia lakukan dan dan suami mendapat doa dari insan media dan masyarakat.
Pratu Gilang yang Berprestasi
Tak ada yang membatasi Gilang, yang tepat 1 Oktober 2019 kemarin naik pangkat menjadi Prajurit Satu (Pratu).
Pria berusia 26 tahun ini ternyata memiliki banyak prestasi, dengan apa yang dimilikinya saat ini.
Pada saat ini Gilang tergabung dalam atletik National Paralympic Commite (NPC) Sumatera Utara dari Cabang olahraga tolak peluru putra dan lempar lembing putra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pratu-gilang-al-fajar-contoh-prajurit-tni.jpg)