Breaking News

Genap Berusia 158 Tahun, Berikut Sejarah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)

Huria Kristen Batak Protestan (disingkat HKBP) adalah gereja yang beraliran Kristen Protestan di kalangan masyarakat Batak.

Istimewa
Gereja HKBP Dame 

Genap Berusia 158 Tahun, Berikut Sejarah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)

TRIBUN-MEDAN.com - Hari ini, 7 Oktober 2019, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) genap berusia 158 tahun.

Di umur yang sudah tergolong tua tersebut, penyebaran jemaat dan gereja HKBP sudah terdapat di hampir seluruh Indonesia maupun dunia.

Huria Kristen Batak Protestan (disingkat HKBP) adalah gereja yang beraliran Kristen Protestan di kalangan masyarakat Batak.

Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-158 tahun, berikut sejarah organisasi gereja HKBP.

Gereja HKBP tumbuh dari misi lembaga zending RMG (Rheinische Missionsgesellschaft) dari Jerman dan Belanda melalui misionaris Pdt. Heine, Pdt. Klemmer, Pdt. Betz, dan Pdt. Van Asselt. Dan itulah menjadi asal nama HKBP.

Baca: Eksodus Penduduk dari Wamena, Ada 38 Warga Sumut Berhasil Dipulangkan Keluar dari Konflik

Baca: Video Detik-detik Paus Fransiskus Lantik Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo sebagai Kardinal

Tanggal 7 Oktober 1861 menjadi titik balik sejarah penginjilan dan sejarah Gereja HKBP oleh lembaga zending RMG, karena dibuka pula satu daerah penginjilan baru di Sumatra, di Bataklanden atau tanah Batak.

Daerah penginjilan baru ini diberinama Battamission yang dikemudian hari disebut Batakmission atau Mission-Batak.

Lembaga Mission Batak ini sejak 1881 dipimpin oleh seorang pemimpin dengan jabatan Ephorus, oleh penginjil Ingwer Ludwig Nommensen.

Pdt. I. L. Nommensen yang melalui banyak rintangan untuk mengembangkan Gereja HKBP di Tanah Batak.

Penolakan-penolakan diterima, kemudian mencaair setelah dia berhasil membaptis 4 pasangan suami istri pada tanggal 27 Agustus tahun 1865 di Silindung.

Kemudian berlanjut hingga 20 sampai 50 orang jemaat dalam suatu acara ibadah.

Perkembangan agama Kristen semakin terasa setelah Pdt. Nommensen membangun sebuah perkampungan yang dinamakan Desa Huta Dame di Saitnihuta.

Baca: Mahasiswa Tewas Diterjang Peluru saat Demo, Enam Polisi Dibebastugaskan Karena Status Terperiksa

Baca: Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono Angkat Bicara Terkait Situasi Pelantikan Jokowi-Maruf

Setelah 3 tahun perkembangan agama Kristen menjadi lebih cepat setelah dibaptisnya Raja Batak Pontas Lumbantobing yang diikuti oleh masyarakat setempat.

Bertahun-tahun menjalankan misi di tanah Batak,  Nommensen lalu mengajukan permohonan kepada RMG Barmen agar misinya diperluas hingga wilayah Simalungun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved