Polda Sumut Tracking Rute Perjalanan Golfrid sebelum Ditemukan Tak Sadarkan Diri
kepolisian telah mengundang Muhrizal yang tak lain adalah mantan aktivis WALHI untuk ikut mengecek CCTV yang sedang dikumpulkan.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman dan mengecek berbagai Closed-circuit television (CCTV) yang menjadi rute yang dilewati korban Golfrid Siregar, kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara, sebelum ditemukan tak sadarkan diri di tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi yang dihimpun, sebelumnya pihak kepolisian telah mengundang Muhrizal yang tak lain adalah mantan aktivis WALHI untuk ikut mengecek CCTV yang sedang dikumpulkan.
"Benar saya ada di undang untuk ikut mengecek CCTV. Tapi saya enggak bisa datang makanya digantikan oleh rekan bernama Erwin Manalu. Dia lagi mau ke Polda Sumut sepertinya," kata Rizal, Senin (7/10/2019).
"Karena info yang saya dapat, jenazah Golfrid sedang dalam perjalanan balik dari Tiga Balata.
Mobil ambulans sudah di Siantar dan sepertinya tiga jam lagi sampai untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan," jelasnya.
Baca: Aktivis HAM (HRDs) Golfrid Siregar Meninggal Dunia, WALHI Menduga Hal Aneh Ini dan Minta Polda Usut
Baca: Golfrid Siregar Meninggal Luka Serius Tempurung Kepala Hancur, Ini Kata RSUP Adam Malik
Terpisah, salah seorang aktivis WALHI, Erwin Manalu mengaku bahwasannya polisi sudah bekerja mulai kemarin dan Polda Sumut sudah buat tim untuk mengungkapkan kasus tersebut.
"Jenazah sudah di perjalanan mau ke Medan. Jadi yang menampung di Tebing itu ada Chandra, Hary, Gondrong. Mereka yang menunggu disana," kata Erwin.
Erwin menjelaskan bahwa CCTV Dishub sudah dibuka dan ternyata blank, tidak ada kelihatan. Informasinya, beberapa CCTV yang berada di sekitar lokasi seperti rumah sakit, pertokoan dan lainnnya mulai siang tadi dikumpulkan satu persatu.
"Kita menunggu kapan CCTV akan dibuka. Untuk menangani CCTV ini kita bagi tugas. Untuk nongkrongin CCTV di Polda ada Filia. Dia memantau perkembangan CCTV disana," sebutnya.
"Saat ini saya sedang dalam perjalanan mau ke Polda Sumut. Untuk mencari tahu dimana ruangan untuk buka CCTV. Apakah sudah dibuka atau belum. Tapi baiknya sama-sama kita pastikan," tutur Erwin.
Di Polda Sumut, Filia yang dihubungi memastikan bahwa untuk update CCTV belum dilakukan. Tim Polda tadi malam sudah olah TKP.
"Mereka masih mengumpulkan keterangan dari keluarga dan orang-orang terdekat serta mentracking rute jalan korban sebelum sampai di TKP. Sembari mengumpulkan CCTV, untuk mempermudah proses penyelidikan," beber Filia.
Baca: Polisi Temukan 4 Orang dari Rekaman CCTV Terkait Kematian Golfrid Siregar Aktivis Lingkungan
Sebelumnya, Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, pihaknya sudah bergerak mengecek siapa tukang becak yang mengetahui pertama kali kejadian dan mengantar ke RS Mitra Sejati.
"Kami sudah cek CCTV di rumah sakit. Memang pada waktu itu ada 4 orang. Dua orang menggotong di dalam becak, satu pengemudi becak dan satu yang bersama korban," kata Kompol Eko.
"Setelah itu ada yang mengantar sepeda motor korban. Ada juga Grab terlihat di situ. (Grab) sepeda motor," sambungnya.
Eko menjelaskan bahwa pihaknya juga mengecek TKP awal, apakah di Fly Over Amplas atau Fly Over Jalan Jamin Ginting. Namun sampai saat ini belum ada yang identik dengan sepeda motor yang dikendarai korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/golfrid-siregar.jpg)