Gempa Bermagnitudo 6,8 Guncang Seram Barat, Jalan Sepanjang 100 Meter Terbelah

Gempa yang sangat kuat dirasakan itu juga mengakibatkan sebuah jalan sepanjang lebih dari 100 meter di Desa Kairatu, terbelah.

KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY
Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pascagempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019). 

JEMBATAN MERAH SUDAH DIBUKA

Jembatan Merah Putih di Kota Ambon yang retak akibat gempa bermagnitudo 6,5 pada 26 September 2019, sudah dapat dilalui.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, keretakan terjadi pada sambungan Asphaltic Plug Expantion Joint (siar muai).

Selain itu terjadi juga pergeseran bearing pad di beberapa titik jembatan.

Perbaikan telah dilakukan dengan memasang ganjal pada bearing pad serta perbaikan siar muai.

"Saat ini ruas jembatan sudah dinyatakan aman dan bisa dilewati," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2019).

Jembatan Merah Putih Ambon

Jembatan Merah Putih Ambon(Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Selain jembatan, rumah penduduk pun ikut rusak.

Dari hasil identifikasi sementara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, jumlahnya sebanyak 6.148 unit.

Kemudian 27 gedung pemerintahan/negara, termasuk gedung Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR dilaporkan rusak.

"Dari hasil assesment tim Puskim diantaranya 12 unit rusak ringan, dua unit rusak sedang, sedangkan 13 unit lainnya masih dalam proses penilaian," kata Basuki.

Adapun fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang mengalami kerusakan yakni empat unit fasilitas ibadah rusak ringan, tiga unit fasilitas pendidikan rusak berat yakni Gedung Auditorium IAIN, Perpustakaan IAIN, dan Laboratorium IAIN.

Sementara Gedung Sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK dilaporkan empat unit rusak berat dan sisanya masih dalam proses penilaian.

Untuk gedung fasilitas kesehatan yang dilaporkan rusak ringan yakni RS Khusus Daerah Pemerintah Provinsi Maluku dan RSUD Dr M Haelussy masih dalam proses penilaian. Beberapa unit gedung bangunan fasos fasum lainnya seperti terminal dan pasar juga masih dalam proses penilaian.

Basuki menyatakan, selama masa tanggap darurat, pemerintah terus berupaya memenuhi ketersediaan sarana dan prasaran air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved