Breaking News:

Puluhan Tahun Merana, Warga Dua Desa Terpencil di Dairi Senang TNI Datang Buka Jalan

Mereka lega karena akhirnya jadi lebih dekat jika ingin memasarkan hasil pertanian, belanja kebutuhan sehari-hari, atau sekadar menggapai layanan

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Personel Kodim 0206/Dairi bergotong royong menurunkan alat-alat pertukangan dari mobil jip untuk membuka akses jalan dari Desa Gundaling Kecamatan Gunung Sitember menuju Desa Sinar Pagi Kecamatan Tanah Pinem, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Masyarakat Desa Sinar Pagi, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, amat bersyukur. Jalan penghubung menuju desa tetangga mereka, Desa Gundaling, Kecamatan Gunung Sitember, akhirnya dibuka.

Mereka lega karena akhirnya jadi lebih dekat jika ingin memasarkan hasil pertanian, belanja kebutuhan sehari-hari, atau sekadar menggapai layanan pemerintah ke ibukota Kecamatan Tanah Pinem, Kutabuluh.

"Selama ini, warga Sinar Pagi harus lewat Pardomuan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga untuk belanja, menjual hasil pertanian, dan lain-lain. Ke Tanah Pinem, justru enggak ada jalan. Bayangkan bila mengurus sesuatu di kantor camat, rute yang ditempuh jauh sekali. Dari Pardomuan, lanjut ke Sidikalang, kemudian ke Kutabuluh via Tigalingga," ujar Ronald, warga Desa Gundaling yang ditemui Tribun Medan di Sidikalang, Selasa (8/10/2019).

Ronald mengatakan, Desa Sinar Pagi terletak di punggungan bukit dan sebagian besar wilayahnya adalah lahan pertanian dan hutan.

Mayoritas warga Desa Gundaling, kata Ronald, memiliki lahan pertanian di Desa Sinar Pagi.

Untuk mencapai lokasi ladang mereka, warga Desa Gundaling harus berjalan kaki menanjaki lereng bukit berkilo-kilo karena akses hanya jalan setapak.

"Adanya program TNI Manunggal Masuk Desa ini memberi harapan bagi kami warga Gundaling dan Sinar Pagi untuk maju," tandas Ronald.

Senada dengan Ronald, Kades Gundaling, E br Situmorang mengatakan, warga kedua desa tersebut optimistis pembukaan jalan Gundaling - Sinar Pagi mampu mengangkat keterpurukan warga kedua desa.

"Menurut kami, ketiadaan infrastruktur jalanlah yang selama ini membuat kemajuan kedua desa ini lamban," kata Kades Gundaling yang ditemui Tribun Medan terpisah.

Pasiter Kodim 0206/Dairi, Kapten Inf Johnson Pasaribu mengungkapkan, pada program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-106 tahun 2019 ini, Kodim 0206/Dairi membuka ruas jalan sepanjang 7 km, dengan lebar 8 m, dari Desa Gundaling menuju Desa Sinar Pagi.

"Sejak dibuka tanggal 2 Oktober kemarin, capaian pekerjaan jalan sudah 35 persen atau sekitar tiga kilometer," ungkap Johnson.

Selain membuka jalan, TNI juga membangun satu poskamling, kemudian membuat gorong-gorong dan membangun satu gereja.

"Setelah jalan terbuka, kendaraan roda dua atau roda empat mudah lewat," ujar Johnson mengakhiri.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved