RESMI, Ranitidin Obat Lambung Ditarik BPOM dari Peredaran, Picu Kanker hingga 5 Merek Obat Dilarang

RESMI, Ranitidin Obat Lambung Ditarik BPOM dari Peredaran, Picu Kanker hingga 5 Merek Obat Dilarang

RESMI, Ranitidin Obat Lambung Ditarik BPOM dari Peredaran, Picu Kanker hingga 5 Merek Obat Dilarang
thinkstock.com
RESMI, Ranitidin Obat Lambung Ditarik BPOM dari Peredaran, Picu Kanker hingga 5 Merek Obat Dilarang 

RESMI, Ranitidin Obat Lambung Ditarik BPOM dari Peredaran, Picu Kanker hingga 5 Merek Obat Dilarang

TRIBUN-MEDAN.com - RESMI, Ranitidin Obat Lambung Ditarik BPOM dari Peredaran, Picu Kanker hingga 5 Merek Obat Dilarang.

//

Obat asam lambung ranitidine memicu kanker, inilah 5 merek obat dilarang dikonsumsi, mulai ditarik.

Baca: BANTAHAN Sekretaris FPI Munarman, Pemukulan Ninoy Karundeng, Rekaman CCTV dan Peran 11 Tersangka

Baca: Viral Postingan Struk Makanan di Tempat Wisata Rp 587 Ribu, Ini Rincian Tagihan yang Harus Dibayar

Baca: WHATSAPP TERKINI: FITUR BARU Sidik Jari Whatsapp yang Jarang Diketahui Penggunaannya, 6 Kegunaannya

Peringatan bagi Anda yang kerap mengonsumsi obat asam lambung.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia telah memerintahkan penarikan 5 produk Ranitidine yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine ( NDMA).

Untuk diketahui, NDMA disinyalir sebagai zat yang bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik.

Produk ranitidin yang diperintahkan penarikannya setelah terdeteksi mengandung NDMA adalah Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk.

Sementara itu, produk ranitidin terdeteksi NDMA yang ditarik sukarela adalah Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT Global Multi Pharmalab, serta Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma.

Dikutip dari penjelasan BPOM RI tentang penarikan produk Ranitidine yang tekontaminasi NDMA, ranitidin sebetulnya telah mendapatkan persetujuan dari BPOM untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus sejak 1989.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved