WIRANTO - Karier Militer Moncer hingga Panglima ABRI, Jadi Capres, Kini Tersungkur Ditikam Pasutri
Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto mendapat serangan penikaman dari pasangan suami istri, Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana.
WIRANTO - Karier Militer Moncer hingga Panglima ABRI, Jadi Capres, Kini Tersungkur Ditikam Pasutri
TRIBUN MEDAN.com - Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto mendapat serangan penikaman dari pasangan suami istri, Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana.
Wiranto diserang di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) siang.
Saat ini Wiranto sudah dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Sementara Abu Rara dan Fitri Andriana dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Saat ini keduanya dalam penanganan Densus 88 Polri.
Peristiwa penikaman terhadap Wiranto cukup mengejutkan publik.
Tak ada yang menyangka Wiranto akan mendapat serangan tiba-tiba dari pasangan suami istri.
Wiranto ditikam hingga tersungkur oleh Abu Rara dan Fitri.
Baca: PNS Wamena Mardelina Manurung Berpikir Ulang Kembali ke Papua, 36 Orang asal Sumut Dievakuasi
Baca: Pengendara Becak yang Bawa Golfrid Siregar ke Rumah Sakit jadi Tersangka
Inilah sosok Menkopolhukam Wiranto:
Dikutip dari wikipedia, selama dua dekade terakhir, nama Wiranto selalu berada di jajaran elite tokoh Nasional.
Lahir di Kota Yogyakarta, pada 4 April 1947, Wiranto langsung dibawa pindah pada usia sebulan oleh orang tuanya. Wiranto dibawa ke Surakarta akibat agresi Belanda yang menyerang kota Yogyakarta.
Ayahnya, RS Wirowijoto adalah seorang guru sekolah dasar. Sedangkan ibunya bernama Suwarsijah.
Setamat dari SMA di Surakarta, Wiranto mencoba karier di dunia militer. Ia lulus Akademi Militer Nasional (ABRI) pada tahun 1968.
Karier Wiranto sangat moncer di dunia militer.
Sejak menjadi ajudan Presiden RI Soeharto pada 1989-1993, Wiranto terus mendapat jabatan bergengsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tak-cuma-wiranto-tapi-ada-korban-lain-yang-ditikam-ini-identitas-hingga-kronologi-lengkapnya.jpg)