Ini Kronologi Kecelakaan Maut Pengacara Walhi Sumut Golfrid Siregar Menurut Kepolisian
Kepolisian akhirnya mengungkap kronologi kasus meninggalnya pengacara Walhi Sumut, Golfrid Siregar.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini menceritakan pihak mengetahui korban pada (2/10/2019) sekitar pukul 01.30 WIB, oleh Aiptu Eldin Sitinjak yang mendapatkan informasi dari RS Mitra Sejati bahwasanya ada korban lakalantas.
Petugas Lantas Polsek Delitua langsung menuju ke lokasi RS Mitra Sejati. Disana ditemukan korban Golfrid Siregar dengan kondisi luka pada mulut, telinga dan hidung mengeluarkan darah.
"Kami temukan juga lebam pada pipi dan mata sebelah kanan lebam. Ada goresan di jari kaki atas lecet sebelah kanan serta siku kiri lebam bukan luka gores," kata Juliani.
Diceritakannya lagi, petugas lantas berkomunikasi dengan perawat di RS Mitra Sejati atas nama Adrey tentang kondisinya. Saat itu kondisi ruang ICU penuh dan korban tidak sadarkan diri. Petugas RS Mitra Sejati dan polisi pun membawa korban ke RSUP Adam Malik dan langsung dibawa ke ruang IGD.
Keesokan pagi petugas atas nama Sinulingga mengecek kondisi korban masih tidak sadarkan diri. Karena tidak ada identitas korban, maka Kanit lantas Delitua mengecek nomor kendaraan dan di cek ke Samsat.
Ternyata ditemukan alamatnya dan sekitar pukul 10.00 WIB dihubungi istri korban bahwasanya korban berada di RSUP Haji Adam Malik.
Pada Selasa (8/10/2019) polisi menemukan saksi atas nama Ramli dan juga istrinya. Mereka tinggalnya tidak jauh dari Underpass di Jalan Tritura, Titikuning.
Kamis (3/10/2019), Ramli dan istri mendengar suara ribut di luar. Mereka berdua kemudian keluar rumah dan mendekat ke arah Underpass Titi Kuning.
Mereka melihat ada satu orang yang tergeletak dan di depannya ada satu unit sepeda motor tergeletak miring ke kanan. Pada tubuh korban dilihatnya pipi kanan ke aspal ada darah. Ramli kemudian melihat kondisi korban. Sedangkan istrinya balik ke rumah untuk menutup pintu rumah.
Juliani menjelaskan bahwa saat kejadian korban banyak alami luka pada posisi sebelah kanan baik dari kepala dan kaki. Untuk kendaraan, lampu sen dan spion kanan patah termasuk stang tergores dan shock depan kanan tergores. Untuk bagian bawah dan kiri tidak ada goresan dan pijakan rem belakang bengkok. Sisi kanan knalpot bagian luar kanan juga alami gesekan.
"Ada benturan sepeda motor sisi kanan menghantam trotoar mengakibatkan korban tidak stabil dan jatuh. Karena kendaraan sebelah kiri hampir dinyatakan tidak ada benturan ataupun gesekan," ungkap Juliani.
Menolong Tapi Mencuri
Tiga tersangka yang mencuri barang milik Golfrid yaitu Kempes, Feri dan Wandes yang merupakan warga Selambo, Percut Sei Tuan, menceritakan bagaimana kejadian itu berlangsung.
"Saat itu ada sekitar 15 orang di lokasi dan tidak ada yang mau bantu. Korban dalam posisi telungkup dan kendaraannya berjarak lima langkah dari korban. Saat itu kami baru antar teman dari Simpang Pos. Pas di Underpass kami lihat keramaian terus kita lihat korban berdarah. Karena tidak ada yang bantu, kami inisiatif bantu bawa korban ke RS Mitra Sejati," kata Feri.
Wandes mengatakan, dirinya yang berinisiatif membawa korban ke RS Mitra Sejati. Dompet korban terjatuh saat akan dinaikkan ke atas tempat tidur sorong dan langsung diambilnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemaparan_kasus_golfrid_siregar_2.jpg)