Komentar Gubernur Edy Rahmayadi soal Wali Kota Medan Terjaring OTT KPK: Ada Asap Pasti Ada Api
"Kalau ada asap pasti ada api, tetapi namun demikian, kita doakan beliau menyelesaiakan persoalan ini," ujar Gubernur Edy.
Penulis: Satia |
Kurang tahu persis ada berapa orang yang jemput.
Pokoknya mereka datang jemput Bapak," kata seorang petugas keamanan rumah sakit saat ditemui di pelataran parkir.
Beberapa bulan belakangan ini Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memang rutin melakukan terapi pada tumit kakinya
Eldin diketahui sering dan memilih RS Royal Prima untuk berobat rutin.
Terkadang, ia baru meninggalkan rumah sakit saat pagi hari.
Setelah menjalani perawatan rutin, Eldin juga terkadang menyempatkan diri menunaikan Salat Subuh di sebuah masjid sebelah kanan RS Royal Prima.
"Setiap selesai berobat, Pak Wali Kota biasanya sholat di masjid ini.
Dia selalu didampingi seorang ajudannya. Saya sering lihat. Rajin juga sedekah.
Biasanya, setelah sholat, beliau mau bagi-bagikan uang Rp 50 ribu ke penarik becak di sini," ujar laki-laki yang membuka usaha di samping masjid.
Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengaku sangat terkejut atas diamankannya Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin dalam OTT KPK di Medan, Rabu (16/19/2019).
Dengan mata yang tampak memerah dan berair, Akhyar memberikan keterangan kepada media dan mengaku belum bisa berkomunikasi dengan Eldin sejak kemarin.
"Kita belum konfirmasi ke KPK.
Kita belum tahu siapa saja yang diperiksa. Belum tahu juga terkait apa dan saya juga belum bisa komunikasi dengan beliau," kata Akhyar, Rabu (16/10/2019).
Akhyar juga mengatakan belum mengetahui di mana terjadinya OTT tersebut.
Pasca diamankannya Wali Kota, Akhyar menegaskan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan.